IHSG Terpangkas 1,61%, Analis Proyeksi Potensi Koreksi Lanjutan

- Selasa, 17 Maret 2026 | 06:40 WIB
IHSG Terpangkas 1,61%, Analis Proyeksi Potensi Koreksi Lanjutan

Tekanan jual masih mendominasi pasar. IHSG melanjutkan tren koreksinya, terpangkas 1,61 persen ke level 7.022 pada perdagangan hari ini. Suasana pasar memang masih terasa berat.

Menurut analisis MNC Sekuritas yang dirilis Selasa (17/3/2026), pergerakan indeks saat ini kemungkinan merupakan bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A pada label hitam. Atau, bisa juga dilihat sebagai wave (2) pada label merah. Intinya, analisis teknikal mereka menunjukkan ruang untuk koreksi lebih dalam.

Dengan kata lain, bukan tidak mungkin IHSG akan melanjutkan penurunannya menuju rentang 6.745-6.887. Di sisi lain, area penguatan terdekat yang perlu diawasi ada di kisaran 7.115-7.176. Untuk level kunci, support berada di 6.843 dan 6.745, sementara resistance ada di 7.117 dan 7.239.

Lalu, saham apa saja yang pantas dipantau? MNC Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi, dengan catatan untuk membeli saat pelemahan atau dengan spekulasi tertentu.

BBCA tercatat melemah 1,82 persen ke Rp6.750, diiringi tekanan jual. Analis memperkirakan saham ini sedang berada di bagian dari wave (y) dari wave [ii].

Rekomendasi: Buy on Weakness di Rp6.600-6.700.

Target harga: Rp6.925 dan Rp7.275.

Stoploss: di bawah Rp6.525.

Berbeda dengan BBCA, INDY justru terkoreksi cukup dalam, 6,08 persen ke Rp3.400. Tekanan jual juga terlihat kuat. Posisinya diperkirakan sedang dalam wave C dari wave (A) pada label hitam atau wave (4) pada label merah.

Rekomendasi: Buy on Weakness di Rp3.050-3.360.

Target harga: Rp3.710 dan Rp4.090.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar