Target produksi minyak nasional satu juta barel per hari tentu bukan angka main-main. Untuk mencapainya, butuh strategi jitu dari semua pelaku industri. Salah satunya adalah PT Elnusa Tbk (ELSA), yang sudah menyiapkan sejumlah langkah konkret.
Strategi mereka bertumpu pada empat pilar. Intinya, mulai dari pekerjaan rutin, percepatan konversi cadangan jadi produksi, teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR), hingga eksplorasi. Namun begitu, jalan menuju sana tidak mulus. Ada tantangan yang harus dihadapi.
Direktur Pengembangan Usaha Elnusa, Arief Prasetyo Handoyo, mengakui hal itu. Menurutnya, biaya eksplorasi dan produksi yang terus naik jadi salah satu kendala. Belum lagi risiko di bawah permukaan yang bisa mempengaruhi penemuan cadangan baru. Teknologi juga menjadi kunci, terutama untuk mengelola lapangan minyak yang sudah tua.
“Melalui kapabilitas teknologi dan integrasi layanan yang kami miliki, Elnusa menghadirkan solusi yang efisien dan terintegrasi untuk menjawab tantangan tersebut,” jelas Arief.
“Kami optimistis dapat terus mendukung peningkatan aktivitas industri energi sekaligus membuka peluang pertumbuhan bisnis perseroan ke depan.”
Pernyataan itu disampaikannya dalam keterbukaan informasi pada Jumat, 14 Maret 2026 lalu.
Di sisi lain, kolaborasi menjadi kata kunci. Untuk mengembangkan teknologi EOR, Elnusa bekerja sama dengan Pertamina lewat Subholding Upstream. Mereka fokus pada Chemical EOR dan teknologi Vibroseis EOR, yang dirancang khusus untuk menyedot lebih banyak minyak dari lapangan yang sudah matang.
Tak cuma itu, perseroan juga mendorong pengembangan fasilitas blending di dalam negeri. Tujuannya sederhana: mengurangi ketergantungan impor material dan sekaligus menghemat biaya operasional. Langkah ini diharapkan bisa meningkatkan efisiensi secara keseluruhan.
Artikel Terkait
Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Bidik Bisnis Sewa Alat Tambang
Jalan Tol Bali Mandara Ditutup 32 Jam untuk Nyepi 2026
Investor Asing Masih Melirik Manufaktur Indonesia, Fokus Beralih ke Industri Bernilai Tinggi
PANI Suntik Modal ke Tiga Anak Usaha untuk Kembangkan PIK2