Di sisi lain, fokus pertumbuhan perusahaan kini bergeser. Semakin tertuju pada Subang Smartpolitan. Kawasan ini sudah menarik tenant internasional, termasuk salah satu pemain global di bidang manufaktur kendaraan listrik.
Proyek Strategis Nasional (PSN) turut mendongkrak nilai kawasan tersebut. Tol Akses Patimban, misalnya, yang nantinya akan punya pintu keluar langsung menuju Subang Smartpolitan. Konektivitas yang makin baik ini rupanya jadi magnet kuat.
“Kalau datang langsung ke sana kelihatan sekali progresnya. Bangunannya sudah jadi, bahkan kantor juga sudah berdiri tinggi,” tutur Dewi dengan nada antusias.
Menurutnya, fasilitas itu membuat minat investor baik dari Korea Selatan, China, maupun perusahaan domestik semakin melonjak. Dan daya tariknya tak cuma untuk sektor otomotif.
Garmen, komponen sepatu, industri metal, hingga pusat data (data center) juga mulai melirik Subang Smartpolitan. Kawasan itu perlahan berubah menjadi rumah bagi beragam industri.
Artikel Terkait
Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Bidik Bisnis Sewa Alat Tambang
Jalan Tol Bali Mandara Ditutup 32 Jam untuk Nyepi 2026
Elnusa Siapkan Empat Strategi Dukung Target Satu Juta Barel Minyak per Hari
PANI Suntik Modal ke Tiga Anak Usaha untuk Kembangkan PIK2