Harga CPO Naik Didorong Kenaikan Minyak Mentah dan Wacana B50

- Kamis, 12 Maret 2026 | 16:00 WIB
Harga CPO Naik Didorong Kenaikan Minyak Mentah dan Wacana B50

Di sisi lain, gejolak geopolitik ikut memberi tekanan. Harga minyak mentah dunia melonjak setelah eskalasi ketegangan di Timur Tengah. Iran meningkatkan serangan terhadap fasilitas minyak dan transportasi, yang langsung memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan melalui Selat Hormuz. Situasi ini, meski berisiko, justru membuat minyak sawit tampak lebih menarik sebagai bahan baku biodiesel.

Apalagi, ada angin segar dari dalam negeri. Pemerintah Indonesia disebut sedang mempercepat uji coba jalan untuk biodiesel B50. Wakil Menteri Energi menyatakan hal ini pada Rabu, sebagai salah satu langkah antisipasi jika pasokan minyak mentah terganggu akibat konflik. B50, yang campurannya 50 persen sawit, jelas akan menyerap pasokan lebih banyak jika benar diterapkan.

Faktor eksternal lain yang mendorong kenaikan adalah pelemahan Ringgit Malaysia. Mata uang itu melemah 0,38 persen terhadap dolar AS, yang otomatis membuat CPO lebih murah dan menarik bagi pembeli yang memegang mata uang asing.

Namun begitu, tidak semua berita positif. GAPKI, asosiasi pengusaha kelapa sawit Indonesia, mengingatkan adanya tantangan. Pesanan ekspor untuk pengiriman baru mulai menunjukkan tanda pelambatan. Penyebabnya? Perang AS-Israel terhadap Iran telah mendongkrak biaya logistik dan asuransi, membuat para pembeli berpikir ulang.

Jadi, pasar CPO saat ini seperti diimbangi antara optimisme dari harga minyak dan program biodiesel, dengan kekhawatiran akan mahalnya biaya pengiriman. Spannungsbogen-nya cukup tinggi untuk hari-hari ke depan.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar