Di sisi lain, jumlah saham yang beredar otomatis melonjak drastis. Dari semula sekitar 7,7 miliar saham, bakal membengkak jadi hampir 192,6 miliar saham. Tapi sekali lagi, Krisnan mengingatkan, hak suara dan nilai ekonomi para pemegang saham tetap sama. Cuma jumlah lembaran di portofolio yang bertambah.
"Harapannya sih, dengan harga yang lebih terjangkau, volume perdagangan harian jadi lebih dinamis," tambahnya.
Ia yakin langkah ini juga bisa menciptakan persepsi pasar yang lebih positif terhadap kinerja operasional DSSA ke depannya. Dengan basis investor yang lebih luas, tata kelola perusahaan juga diharapkan makin kuat dan akuntabel.
Nah, untuk jadwal pelaksanaannya, investor perlu catat baik-baik. Perdagangan dengan nilai nominal lama akan berlangsung hingga 6 April 2026. Kemudian, mulai 7 April 2026, saham DSSA sudah akan diperdagangkan dengan nilai nominal barunya di pasar reguler dan negosiasi.
Jadi, siap-siap saja melihat pergerakan saham emiten ini di hari-hari mendatang.
Artikel Terkait
Direktur Utama Dharma Polimetal Mundur Setelah 36 Tahun Bekerja
ADRO Siapkan Rp4 Triliun dari Kas Internal untuk Buyback Saham
Wall Street Dibayangi Inflasi dan Gejolak Minyak, Pasar Terbelah
ELPI Bagikan Dividen Rp126 Miliar untuk Tahun Buku 2025