Di sisi lain, Direktur SDM KS, Suryantoro Waluyo, punya penjelasan lebih mendalam. Menurutnya, esensi dari KRAS Reborn itu adalah intervensi energi organisasi secara menyeluruh. Jadi, fokusnya nggak cuma peningkatan skill teknis semata.
Yang lebih penting justru penyelarasan budaya kerja dan optimalisasi kinerja berbasis target terukur. Semuanya harus seirama.
Perjalanan transformasi ini juga didukung oleh suntikan dana segar. KS sebelumnya dapat pinjaman dari PT Danantara Asset Management senilai USD 295 juta, atau sekitar Rp 4,93 triliun. Dana segitu rencananya akan dipakai buat modal kerja dan program pensiun dini karyawan lewat skema golden handshake.
Lalu, bagaimana kinerja mereka sejauh ini? Sepanjang periode Januari hingga September 2026, KS membukukan pendapatan USD 760,08 juta. Laba kotornya mencapai USD 53,12 juta.
Yang cukup menggembirakan, laba bersihnya berhasil menyentuh angka USD 24 juta. Pencapaian ini tak lepas dari upaya efisiensi biaya dan restrukturisasi kredit yang mereka lakukan. Memang, langkahnya masih panjang, tapi setidaknya ada sinar di ujung terowongan.
Artikel Terkait
DSSA Setujui Stock Split 1:25, Harga Saham Bakal Turun ke Rp3.750
DSSA Lakukan Stock Split 1:25 untuk Perluas Basis Investor
DSSA Lakukan Stock Split 1:25, Saham Targetkan Lebih Terjangkau Investor Retail
GoTo Pangkas Kerugian Bersih Drastis Jadi Rp1,2 Triliun di 2025