20 Nama Lolos Seleksi Administrasi Calon Komisioner OJK, Tahap Ketat Menyusul

- Senin, 09 Maret 2026 | 06:15 WIB
20 Nama Lolos Seleksi Administrasi Calon Komisioner OJK, Tahap Ketat Menyusul

JAKARTA – Proses seleksi untuk mencari pengganti Anggota Dewan Komisioner OJK memasuki babak baru. Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Panitia Seleksi, baru saja merilis daftar 20 nama yang berhasil melewati tahap administrasi. Mereka inilah yang akan bersaing lebih ketat untuk menduduki posisi penting di lembaga pengawas jasa keuangan itu.

Nah, bagi yang lolos, perjalanan masih panjang. Mereka harus melalui serangkaian tahap lanjutan yang cukup ketat. Mulai dari menerima masukan dari masyarakat, penelusuran rekam jejak, asesmen, cek kesehatan, hingga wawancara mendalam.

Masyarakat pun diajak berperan. Jika punya informasi terkait integritas atau rekam jejak para calon, bisa disampaikan secara daring. Panitia membuka laman khusus untuk aspirasi itu hingga 26 Maret mendatang. “Panitia menjamin kerahasiaan identitas dan informasi yang disampaikan,” begitu penegasan dari pihak pansel. Soal kerahasiaan ini penting, mengingat sensitivitas data yang mungkin masuk.

Jadwalnya sendiri padat. Persiapan asesmen dan pemeriksaan kesehatan daring dijadwalkan pada 6 Maret pagi. Sementara untuk tes kesehatan fisik, para kandidat harus hadir di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta, pada 9 Maret dini hari. Cukup awal, bukan?

Asesmen daring punya deadline ketat: paling lambat 8 Maret. Sedangkan asesmen luring akan digelar dua hari setelahnya, 10 dan 11 Maret, dengan jadwal yang disesuaikan untuk masing-masing peserta. Puncaknya adalah sesi wawancara pada 25 dan 26 Maret.

Panitia bersikap tegas soal aturan main.

“Calon pengganti ADK OJK yang tidak mengikuti asesmen, pemeriksaan kesehatan, dan/atau wawancara dinyatakan gugur dalam proses seleksi,”

Begitu bunyi pengumuman resmi mereka. Tidak ada toleransi untuk yang absen.

Lalu, siapa saja dua puluh orang yang berhasil bertahan ini? Mayoritas adalah nama-nama yang sudah tak asing di lingkaran regulator dan industri keuangan. Mereka berasal dari latar belakang beragam: Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK sendiri, Lembaga Penjamin Simpanan, hingga dunia usaha.

Beberapa contohnya adalah Adi Budiarso dari Ditjen Stabilitas Keuangan Kemenkeu, Anton Daryono dari Bank Indonesia, dan Friderica Widyasari Dewi yang saat ini masih aktif di OJK. Ada juga nama seperti Iskandar Simorangkir dari Badan Supervisi BI dan Lasmaida Gultom, mantan Direktur Literasi OJK yang sudah purnabakti. Keberagaman profil ini diharapkan bisa membawa perspektif segar.

Proses ke depan akan menentukan. Siapa yang paling siap secara administratif, kesehatan, dan tentu saja, kompetensi. Semua mata kini tertuju pada dua puluh nama ini, menanti siapa yang akhirnya akan memimpin OJK di periode mendatang.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar