Penundaan ini cukup menarik, mengingat agenda rapat yang sedianya akan dibahas sangat krusial. RUPSLB direncanakan membahas beberapa hal besar. Mulai dari persetujuan pengambilalihan perusahaan oleh Deep Source Pte. Ltd dari Singapura, perubahan anggaran dasar, sampai pergantian susunan direksi dan dewan komisaris.
Di sisi lain, RUPSI juga punya agenda berat. Rapat itu akan membahas dua transaksi material: rencana pengalihan seluruh aset dan kewajiban ke PT Mitra Pack Tbk, serta pembelian 49% saham PT Samudera Layar Nusantara.
Proses akuisisi PTMR oleh Deep Source sendiri sebenarnya sudah berjalan. Perusahaan asal Singapura itu akan membeli 77,19% saham PTMR, yang saat ini dipegang oleh PT Mitra Pack Tbk dan Ardi Kusuma. Mereka bahkan sudah menandatangani perjanjian bersyarat (CSPA) pada November tahun lalu.
Sebelumnya, perusahaan pernah memberikan estimasi. Proses akuisisi ini ditargetkan tuntas pada 29 Januari 2026, dengan rencana menggelar RUPS sebelum crossing saham dilakukan. Namun, dengan penundaan rapat ini, tentu saja timeline tersebut kemungkinan akan ikut bergeser. Semua kini menunggu kepastian dari manajemen dan penyelesaian dialog dengan OJK.
Artikel Terkait
Kekhawatiran Timur Tengah dan Kredit Swasta Pacu Lonjakan Imbal Hasil Utang Eropa
Analis Proyeksikan ERAA Jadi Raksasa Ritel Gaya Hidup Modern
Konflik Timur Tengah Pacu Harga Minyak dan Gas Melonjak Tajam
MEJA Rencanakan Pembagian Saham Bonus 10:8 Senilai Rp35,7 Miliar