Namun begitu, situasinya tidak sepenuhnya suram. Tekanan di sektor teknologi sedikit terimbangi oleh kenaikan di bidang lain. Sektor industri dan barang kebutuhan pokok konsumen, misalnya, menunjukkan performa yang cukup solid sepanjang tahun ini. Mereka inilah yang jadi penopang bagi indeks saham utama.
Indeks S&P 500 sendiri, hingga penutupan Jumat, masih mencatatkan kenaikan tipis 0,5 persen sepanjang 2026. Tapi jangan lupa, bulan Februari lalu baik S&P 500 maupun Nasdaq Composite mengalami penurunan bulanan terbesar dalam kurun setahun terakhir. Pasar memang sedang dalam mood yang berhati-hati.
Nah, pekan ini investor juga akan menyimak laporan kuartalan dari pemain besar lain, Broadcom. Laporannya bisa jadi penanda penting untuk membaca arah angin, khususnya di kancah semikonduktor yang jadi tulang punggung perkembangan AI. Semuanya masih terbuka, dan ketegangan di Wall Street terasa nyata.
Artikel Terkait
BEI Bekukan Perdagangan Saham TIRT Usai Kenaikan Hampir 100% dalam Sebulan
Saham Batu Bara Meroket, Dipicu Ketegangan Timur Tengah dan Prospek Permintaan Global
Krisis Timur Tengah Picu Gejolak Mata Uang Global, Franc Swiss Menguat
Harga Minyak Melonjak 7% Usai Ketegangan Iran-Israel Ancam Selat Hormuz