Harapan dunia internasional agar PBB bisa bertindak tegas menanggapi serangan militer AS dan Israel di Iran, menurut seorang mantan diplomat Indonesia, kemungkinan besar akan mentok. Realitas politik di Dewan Keamanan, dengan hak veto yang dipegang Amerika, seringkali menjadi batu sandungan utama.
Dian Wirengjurit, yang pernah bertugas sebagai Dubes RI untuk Iran, menyoroti hal ini. Pengalamannya di dunia diplomasi menunjukkan AS punya kecenderungan kuat untuk melindungi kepentingannya sendiri dan sekutu-sekutunya dalam hal ini, Israel di setiap forum internasional.
“Diplomasi itu katanya suka bermain di balik kata-kata. Jadi itulah yang sedang diupayakan, bahwa tindak lanjutnya mungkin kecil,” ujar Dian.
Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa dalam merancang sebuah resolusi, pilihan diksi sangat krusial. Bahasa yang dianggap terlalu keras atau konfrontatif hampir pasti akan ditolak. Alhasil, ruang gerak Dewan Keamanan untuk menghasilkan resolusi yang secara gamblang mengutuk serangan tersebut jadi sangat terbatas.
Namun begitu, Dian tak menampik bahwa proses diplomasi di PBB tetap punya nilai. Forum itu, bagaimanapun, masih menjadi panggung untuk menyuarakan posisi dan keresahan di hadapan masyarakat global. Tanpa langkah nyata, konflik seperti ini justru bisa memperlihatkan betapa lemahnya organisasi internasional ketika berhadapan dengan negara-negara besar.
Peringatan serupa sebelumnya sudah disampaikan langsung dari pucuk pimpinan PBB. Sekjen Antonio Guterres dengan tegas mengecam serangan AS-Israel dan juga serangan balasan Iran. Situasinya mengkhawatirkan.
Guterres memperingatkan, eskalasi militer yang terus terjadi berisiko memicu perang yang lebih luas dan sama sekali tidak terkendali. Yang disesalkan, peluang diplomasi yang sempat dibuka lewat mediasi Oman, sayangnya, tak bisa dimanfaatkan dengan baik.
Pada akhirnya, semua kembali pada meja perundingan. Tapi dengan dinamika politik global seperti sekarang, jalan menuju ke sana terasa amat panjang dan berliku.
Artikel Terkait
Upaya Pembersihan Ikan Sapu-sapu di Kali Cideng Belum Sepenuhnya Berhasil
AS Tegaskan Blokade Maritim Terhadap Iran Akan Berlanjut
BNPP Percepat Penataan Ruang dan Atasi Dampak Sosial di Wilayah Bekas Sengketa Perbatasan
Gunung Semeru Erupsi 6 Kali dalam 6 Jam, Status Tetap Siaga Level III