Pasar saham Indonesia memulai hari Jumat (27/2/2026) dengan sentimen negatif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 0,29 persen, mengawali perdagangan di level 8.211,31. Namun begitu, tekanan jual ternyata belum berhenti. Hanya dalam semenit, pelemahan justru kian dalam. IHSG tercatat anjlok 0,73 persen ke posisi 8.175.
Suasana pelemahan itu langsung terasa luas. Dari total saham yang diperdagangkan, mayoritas tepatnya 352 emiten terkapar di zona merah. Hanya 142 yang mampu bertahan di wilayah hijau, sementara 464 lainnya stagnan, seolah menunggu arah yang lebih jelas. Transaksi pagi ini pun terpantau cukup ramai, menyentuh angka Rp900 miliar dengan volume perdagangan mencapai 2,59 miliar lembar saham.
Tak cuma IHSG, indeks-indeks lainnya juga kompak memerah. Indeks LQ45 turun 1,03 persen ke 829. Indeks JII menyusul dengan penurunan 1,06 persen ke level 554. Sementara itu, indeks MNC36 dan IDX30 masing-masing melemah 0,64 persen dan 0,83 persen.
Kalau dilihat dari sektornya, hampir semua berpakaian serba merah. Energi, infrastruktur, keuangan, hingga properti semuanya tertekan. Bahkan sektor konsumen, baik yang siklikal maupun non-siklikal, ikut terseret arus jual. Hanya dua sektor yang jadi pengecualian dan masih bertahan menguat: industri dan kesehatan. Mereka seperti oasis di tengah gurun yang tandus hari ini.
Artikel Terkait
Wall Street Dibuka Merah, Dihantui Ketegangan Iran dan Inflasi yang Membandel
RGAS Rencanakan Diversifikasi ke Bisnis Material Konstruksi pada 2026
Prabowo Ucapkan Terima Kasih kepada Putin atas Dukungan Masuknya Indonesia ke BRICS
YULE Bagikan Dividen Rp15,8 Miliar, Cair 13 Mei 2026