MoU ini punya masa berlaku satu tahun. Menurut Kurniawati, kerja sama ini mungkin tak langsung menggoyang laporan keuangan perusahaan. Namun begitu, kolaborasi ini diharapkan bisa memberi angin segar untuk operasional dan pengembangan portofolio bisnis energi Astrindo ke depannya, khususnya di sektor LNG.
Posisi Bakrie Group di Astrindo sendiri kini sudah cukup solid. Lewat Bakrie Capital Indonesia, mereka mengantongi 3,82 miliar saham BIPI atau setara 6 persen dari total modal. Akuisisi saham itu dilakukan dengan harga Rp248 per lembar, sehingga total transaksinya menembus angka fantastis: hampir Rp948 miliar. Transaksi itu terjadi di hari yang sama dengan penandatanganan MoU, 24 Februari lalu.
Bagaimana dengan pergerakan sahamnya? Hingga siang tadi, BIPI sedikit melemah 1,9 persen ke level Rp312. Tapi jangan salah, performanya sepanjang 2026 ini benar-benar luar biasa. Sejak awal tahun, sahamnya sudah melonjak sekitar 260 persen, mendorong kapitalisasi pasarnya hingga ke Rp19,9 triliun. Sebuah pencapaian yang cukup membuat pasar tergoda.
Artikel Terkait
Pembangunan Pabrik Baru SCNP di Bogor Capai 70 Persen
IHSG Anjlok 1,44%, Saham MSKY dan JAYA Melonjak di Atas 34%
Rupiah Menguat ke Rp16.759 Didorong Harap Perundingan AS-Iran
Saham Jantra Grupo (KAQI) Melonjak 21,9%, Jadi Top Gainer Bursa