MoU ini punya masa berlaku satu tahun. Menurut Kurniawati, kerja sama ini mungkin tak langsung menggoyang laporan keuangan perusahaan. Namun begitu, kolaborasi ini diharapkan bisa memberi angin segar untuk operasional dan pengembangan portofolio bisnis energi Astrindo ke depannya, khususnya di sektor LNG.
Posisi Bakrie Group di Astrindo sendiri kini sudah cukup solid. Lewat Bakrie Capital Indonesia, mereka mengantongi 3,82 miliar saham BIPI atau setara 6 persen dari total modal. Akuisisi saham itu dilakukan dengan harga Rp248 per lembar, sehingga total transaksinya menembus angka fantastis: hampir Rp948 miliar. Transaksi itu terjadi di hari yang sama dengan penandatanganan MoU, 24 Februari lalu.
Bagaimana dengan pergerakan sahamnya? Hingga siang tadi, BIPI sedikit melemah 1,9 persen ke level Rp312. Tapi jangan salah, performanya sepanjang 2026 ini benar-benar luar biasa. Sejak awal tahun, sahamnya sudah melonjak sekitar 260 persen, mendorong kapitalisasi pasarnya hingga ke Rp19,9 triliun. Sebuah pencapaian yang cukup membuat pasar tergoda.
Artikel Terkait
YULE Bagikan Dividen Rp15,8 Miliar, Cair 13 Mei 2026
Transaksi SPPA BEI Melonjak 461% Didorong Fitur Repo
Rupiah Melemah Tipis di Tengah Ketegangan AS-Iran dan Data Inflasi AS
MCOL Dirikan Anak Usaha Rp18,75 Miliar untuk Garap Bisnis Data dan TI