MURIANETWORK.COM - Kekhawatiran akan kehilangan kendali perusahaan seringkali menjadi penghalang utama bagi pengusaha untuk melakukan penawaran saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa kekhawatiran ini seringkali berlebihan. BEI menegaskan bahwa dengan perencanaan struktur kepemilikan yang matang, pendiri dapat tetap memegang kendali strategis atas perusahaannya meski telah menjadi perusahaan publik.
Fakta di Balik Struktur Kepemilikan Pasca-IPO
Data historis selama seperempat abad terakhir mengungkap gambaran yang menarik. Rata-rata, hanya sekitar 25% saham yang dilepas ke publik saat IPO. Dengan kata lain, mayoritas kepemilikan sekitar 75% biasanya tetap berada di tangan pemegang saham lama atau sang pendiri. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan untuk go public tidak identik dengan melepas kendali, melainkan lebih pada strategi pendanaan dan transformasi bisnis.
Kendali perusahaan sangat ditentukan oleh desain struktur modal yang dirancang jauh sebelum perusahaan melangkah ke bursa. Proses ini membutuhkan pertimbangan yang cermat dan perencanaan jangka panjang.
Transformasi Menuju Korporasi yang Lebih Kuat
Menurut Listyorini Dian Pratiwi, Kepala Divisi Pengembangan Perusahaan Tercatat BEI, esensi dari go public sering kali disalahpahami. Ia menekankan bahwa IPO bukan sekadar kegiatan untuk menghimpun modal.
“IPO bukan sekadar aksi korporasi untuk menghimpun dana, tetapi proses transformasi bisnis menjadi institusi yang lebih transparan, profesional, dan berkelanjutan. Melalui IDX Incubator, kami ingin membantu perusahaan mempersiapkan fondasi tersebut secara bertahap dan terstruktur,” jelasnya dalam keterangan pada Sabtu (21/2/2026).
Ia menambahkan bahwa kewajiban menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (GCG), seperti memiliki komisaris independen, justru dirancang untuk memperkuat fondasi perusahaan. Aturan ini bertujuan meningkatkan akuntabilitas dan melindungi perusahaan dari risiko, bukan untuk melemahkan posisi manajemen atau pendiri.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Naik Rp19.000 per Gram, Galeri24 dan UBS Ikut Menguat
Pasar Logam Menguat Usai Gencatan Senjata AS-Iran Buka Kembali Selat Hormuz
Bursa Asia Melonjak, Harga Minyak Anjlok Usai AS-Iran Sepakat Gencatan Senjata
Analis Prediksi IHSG Berpeluang Rebound, Level 7.050 Jadi Kunci