Dengan perencanaan yang tepat, status sebagai perusahaan terbuka justru dapat menjadi alat untuk memperkuat kredibilitas dan daya saing jangka panjang. Listyorini kembali menegaskan poin ini.
“Banyak pelaku usaha khawatir kehilangan kendali setelah IPO. Padahal, dengan perencanaan struktur kepemilikan yang tepat dan penerapan tata kelola yang baik, perusahaan tetap dapat menjaga arah strategisnya. Bahkan, menjadi perusahaan terbuka dapat meningkatkan kredibilitas dan daya saing,” ungkapnya.
Penerapan GCG yang solid tidak hanya meminimalkan risiko, tetapi juga membuka akses ke sumber pendanaan yang lebih luas dan beragam. Inilah yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan memungkinkan bisnis bertahan lintas generasi.
Pendampingan untuk Kesiapan yang Optimal
Menyadari bahwa banyak perusahaan dengan fundamental bisnis kuat namun belum siap secara administratif, BEI menyediakan program pendampingan melalui IDX Incubator. Program gratis ini dirancang untuk membantu calon emiten dalam beberapa aspek krusial, mulai dari penataan struktur modal yang menjaga hak suara pengendali, transformasi tata kelola, hingga penyiapan dokumen sesuai regulasi OJK.
Dukungan ini diharapkan dapat membangun kepercayaan investor sejak dini dan memastikan perusahaan benar-benar siap menghadapi dinamika pasar modal.
Memanfaatkan Momentum Pasar yang Tumbuh Pesat
Program pendampingan ini hadir di saat yang tepat. Pasar modal Indonesia sedang mengalami perkembangan yang signifikan, dengan jumlah investor ritel yang terus bertambah dan aktivitas IPO yang termasuk paling aktif di kawasan ASEAN. Likuiditas yang tinggi menawarkan peluang besar bagi perusahaan untuk berkembang.
Pendaftaran untuk IDX Incubator masih dibuka hingga 8 Maret 2026. Bagi banyak pengusaha, program ini bisa menjadi langkah strategis untuk naik kelas mengakses manfaat pasar modal tanpa harus mengorbankan visi dan kendali atas bisnis yang telah dibangun bertahun-tahun.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Naik Rp19.000 per Gram, Galeri24 dan UBS Ikut Menguat
Pasar Logam Menguat Usai Gencatan Senjata AS-Iran Buka Kembali Selat Hormuz
Bursa Asia Melonjak, Harga Minyak Anjlok Usai AS-Iran Sepakat Gencatan Senjata
Analis Prediksi IHSG Berpeluang Rebound, Level 7.050 Jadi Kunci