Rabu (8/4) lalu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyempatkan diri meninjau fasilitas pengisian elpiji milik Wijaya Sarana Gasindo di Karanganyar. Kunjungan itu bukan tanpa tujuan. Di tengah isu yang beredar, Luthfi ingin memastikan sendiri kondisi di lapangan.
Dan hasilnya, menurutnya, cukup melegakan.
"Sudah kita lakukan pengecekan. Ketersediaan elpiji di Provinsi Jawa Tengah sangat cukup," tegas Luthfi dalam sebuah keterangan tertulis di hari yang sama.
Angkanya bahkan jauh di atas normal. "Saya ulangi, ketersediaan elpiji kita cukup enam kali lipat dari normal," ujarnya lagi. Dengan stok sebanyak itu, ia menegaskan tak ada alasan untuk bicara soal kelangkaan. Karena itulah, ia meminta masyarakat tetap tenang. Jangan sampai kepanikan malah memicu aksi-aksi tidak benar, seperti menimbun barang.
"Tidak perlu panik," pesannya singkat namun tegas.
Namun begitu, jaminan ketersediaan saja tidak cukup. Aspek distribusi menjadi kunci berikutnya yang diawasi ketat. Ditreskrimsus Polda Jateng, misalnya, terus memantau perjalanan elpiji, khususnya yang bersubsidi 3 kg. Tujuannya jelas: agar bantuan pemerintah ini benar-benar sampai ke tangan yang berhak.
"Jangan sampai elpiji 3 kg itu dipakai untuk usaha laundry atau perusahaan," jelas Luthfi.
Artikel Terkait
Truk Angkut Limbah Besi Tabrak 8 Kendaraan di Bekasi, Diduga Gagal Rem
Polres Pelabuhan Tanjungperak Gelar Patroli Cipkon, Kawasan Rawan Aman Kondusif
Jaksa Tuntut Eks Petinggi Pertamina 6,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi LNG
MK Gelar Purnabakti Hakim Anwar Usman, Sambut Dua Hakim Konstitusi Baru