Rabu (8/4) lalu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyempatkan diri meninjau fasilitas pengisian elpiji milik Wijaya Sarana Gasindo di Karanganyar. Kunjungan itu bukan tanpa tujuan. Di tengah isu yang beredar, Luthfi ingin memastikan sendiri kondisi di lapangan.
Dan hasilnya, menurutnya, cukup melegakan.
"Sudah kita lakukan pengecekan. Ketersediaan elpiji di Provinsi Jawa Tengah sangat cukup," tegas Luthfi dalam sebuah keterangan tertulis di hari yang sama.
Angkanya bahkan jauh di atas normal. "Saya ulangi, ketersediaan elpiji kita cukup enam kali lipat dari normal," ujarnya lagi. Dengan stok sebanyak itu, ia menegaskan tak ada alasan untuk bicara soal kelangkaan. Karena itulah, ia meminta masyarakat tetap tenang. Jangan sampai kepanikan malah memicu aksi-aksi tidak benar, seperti menimbun barang.
"Tidak perlu panik," pesannya singkat namun tegas.
Namun begitu, jaminan ketersediaan saja tidak cukup. Aspek distribusi menjadi kunci berikutnya yang diawasi ketat. Ditreskrimsus Polda Jateng, misalnya, terus memantau perjalanan elpiji, khususnya yang bersubsidi 3 kg. Tujuannya jelas: agar bantuan pemerintah ini benar-benar sampai ke tangan yang berhak.
"Jangan sampai elpiji 3 kg itu dipakai untuk usaha laundry atau perusahaan," jelas Luthfi.
Pelanggaran seperti itu, termasuk praktik menyuntik tabung atau menimbun stok, harus ditertibkan. Baginya, tiga hal ini krusial: ketersediaan, distribusi yang lancar, dan keterjangkauan. Tanpa pengawasan, program bisa melenceng.
Pengawasan itu sendiri bukan pekerjaan mudah. Bayangkan, Jawa Tengah punya lebih dari 54 ribu pangkalan elpiji sekitar 21% dari total nasional. Rata-rata, tiap desa atau kelurahan dilayani oleh 6 pangkalan. Skala sebesar ini butuh kerjasama. Itulah mengapa Bupati dan Walikota beserta jajarannya di daerah juga dilibatkan dalam operasi pemantauan.
Luthfi tak main-main dengan aturan. Ia menegaskan, sanksi tegas akan diberikan pada pelaku pelanggaran. Pemerintah Provinsi telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menindak tegas praktik-praktik nakal tersebut.
Dukungan dari pimpinan daerah ini mendapat apresiasi dari pihak Pertamina. Fanda Chrismianto, Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, menyambut baik langkah Gubernur dan kepolisian.
"Kami mengimbau untuk bijak menggunakan energi, hemat menggunakan energi," kata Fanda.
Baginya, kolaborasi semua pihak penting agar distribusi elpiji dan BBM lancar dan tepat sasaran. Yang terpenting, energi yang tersedia tidak digunakan secara sia-sia.
Artikel Terkait
Patuna Travel Siasati Pengawasan Digital Ketat di Arafah demi Kelancaran Wukuf Jemaah Haji
Presiden Prabowo Kurban 1.098 Sapi, Distribusi ke 552 Daerah dan Pesantren
KY-MA Berhentikan Hakim Yustisial Pengadilan Tinggi Yogyakarta Terbukti Terima Suap Janjikan Kemenangan Perkara
BMKG Prediksi Cuaca Cerah Berawan saat Iduladha 2026, Waspada Hujan Ringan di Malam Hari