“Tingkat kerusakan sawah yang terdampak mencapai 94 ribu hektare. Hari ini kami sudah melakukan penanaman kurang lebih 39 ribu hektare,” ujar Amran.
Kondisi Tanah yang Mendukung
Faktor yang mempercepat pemulihan adalah karakter material bencana itu sendiri. Berbeda dengan ancaman lumpur atau material kasar, longsoran yang menimbun sebagian besar sawah justru berupa humus yang subur. Kondisi ini meminimalkan kerusakan struktur tanah inti dan memungkinkan penanaman kembali dengan perbaikan infrastruktur pendukung yang lebih terfokus.
“Ada kabar yang menggembirakan. Untuk sawah-sawah yang rusak dan direhabilitasi, tanah longsoran itu berupa humus dan cukup subur, sehingga hanya irigasi yang kita perbaiki dan langsung dilakukan penanaman,” terangnya.
Ketahanan Pangan Nasional Tetap Kuat
Mentan Amran menegaskan bahwa dengan langkah-langkah percepatan rehabilitasi dan dukungan anggaran yang fleksibel, ketahanan pangan di daerah bencana maupun secara nasional tetap terjaga. Ia juga mengungkapkan bahwa stok pangan nasional saat ini berada dalam posisi yang kuat, mencapai 3,5 juta ton, yang menjadi fondasi penting dalam menghadapi situasi darurat seperti ini.
Artikel Terkait
Bulog Pastikan Penyaluran 828 Ribu Ton Beras SPHP Berjalan Sepanjang 2026
DPR Dorong Elektrifikasi Transportasi dan Rumah Tangga untuk Tekan Ketergantungan Impor Energi
Pemerintah Turki Naikkan Tarif Listrik dan Gas Rata-Rata 25% Mulai 2026
Harga Emas Antam Stabil di Rp 2,857 Juta per Gram, PPN Dihapus