MURIANETWORK.COM - PT Mercury Strategic Indonesia (MSI), pengendali baru PT Olympus Strategic Indonesia Tbk (NATO), resmi meluncurkan Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer/MTO) kepada pemegang saham publik. Aksi korporasi ini, yang diumumkan pada Rabu (18 Februari 2026), menetapkan harga penawaran sebesar Rp183 per saham angka yang jauh di bawah harga pasar saham NATO yang berkisar di Rp650. Periode tender akan berlangsung mulai Kamis (19/2/2026) hingga 20 Maret 2026 mendatang.
Harga MTO dan Reaksi Pasar
Penetapan harga MTO sebesar Rp183 per saham oleh MSI langsung menyita perhatian pasar. Harga tersebut tercatat sangat kontras dengan posisi saham NATO di pasar reguler yang bertengger di level Rp650, menciptakan selisih yang sangat lebar. Analis pasar memprediksi, dengan perbedaan harga yang sedemikian signifikan, kemungkinan besar investor minoritas akan enggan melepas sahamnya melalui mekanisme ini. Mereka tentu lebih memilih untuk menjual di pasar reguler guna mendapatkan nilai yang lebih tinggi.
Meski demikian, dari sisi regulator, harga yang ditawarkan MSI masih berada di atas rata-rata harga tertinggi harian saham NATO dalam 90 hari terakhir sebelum pengumuman akuisisi, yaitu Rp162,38 per saham.
Artikel Terkait
Ketegangan di Selat Hormuz dan Serangan Israel Picu Lesunya Pasar Saham Asia
Harga Emas Antam Turun Rp50 Ribu per Gram, Buyback Anjlok Rp59 Ribu
IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan, Analis Soroti Enam Rekomendasi Saham
Harga Emas Melonjak Dekati Level Tertinggi Usai Gencatan Senjata AS-Iran