MSI menyatakan kesiapannya untuk menyerap hingga 5,85 miliar saham NATO, yang setara dengan 73,13% dari total saham yang beredar. Untuk melaksanakan rencana akuisisi ini, perusahaan telah menyiapkan dana segar hingga Rp1,07 triliun. Langkah MTO ini pada dasarnya merupakan kewajiban yang harus dipenuhi MSI pasca akuisisi 26,87% saham NATO, sesuai dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 9 Tahun 2018.
"Kendati demikian, MSI tetap memberikan tawaran kepada pemegang saham yang ingin menjual sahamnya kepada pengendali baru," jelas pernyataan resmi perusahaan. "MTO tersebut dijalankan untuk mematuhi ketentuan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 9 Tahun 2018."
Profil Pengendali Baru
Di balik PT Mercury Strategic Indonesia (MSI) terdapat sosok pengusaha properti ternama, Al Alan Rachmat Budiman. Portofolio bisnisnya mencakup sejumlah pusat perbelanjaan seperti Cirebon Superblok Mall serta mal lainnya yang tersebar di berbagai kota, mulai dari Gorontalo, Palu, hingga Sampit. Kepemilikan Alan tidak berhenti di situ. Ia juga mengendalikan PT City Retail Developments Tbk (NIRO), emiten pemilik jaringan CityMall, melalui kepemilikan mayoritas di PT Orion Global Development (OGD).
Bagi pemegang saham publik yang berminat mengikuti tender wajib ini, dokumen Formulir Penawaran Tender Wajib (FPTW) telah disediakan dan dapat diisi selama periode penawaran berlangsung.
Artikel Terkait
SIPF Dorong Penguatan Kelembagaan untuk Sejajar dengan LPS
Ketegangan di Selat Hormuz dan Serangan Israel Picu Lesunya Pasar Saham Asia
Harga Emas Antam Turun Rp50 Ribu per Gram, Buyback Anjlok Rp59 Ribu
IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan, Analis Soroti Enam Rekomendasi Saham