Pasar saham tampaknya akan mencoba bangkit hari ini, Rabu (18/2/2026). Setelah ditutup melemah di akhir pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang untuk rebound. Catatannya, indeks sempat turun 0,64 persen ke level 8.212,27.
Tekanan jual dari investor asing cukup terasa pada sesi sebelumnya. Mereka tercatat melakukan net sell senilai Rp2,2 triliun. Beberapa saham yang paling banyak dilepas adalah saham-saham besar seperti BBCA, BUMI, BBRI, GOTO, dan TLKM. Aliran dana keluar ini tentu memberi beban tersendiri.
Namun begitu, ada harapan untuk pemulihan. Menurut Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, IHSG berpotensi rebound selama bisa bertahan di atas level support 8.160.
"IHSG berpotensi untuk rebound hari ini, sepanjang bertahan di atas support 8.160,"
Analisisnya lebih lanjut memproyeksikan zona support berada di kisaran 8.120 hingga 8.160. Di sisi lain, level resistance yang perlu ditembus untuk konfirmasi penguatan ada di area 8.240-8.300.
Untuk trading hari ini, Fanny menyodorkan enam saham pilihan. Rekomendasinya mencakup PANI, BUMI, DEWA, RAJA, INET, dan INDY. Masing-masing punya strategi entry dan exit sendiri-sendiri.
PANI, misalnya, masuk kategori Spec Buy. Area beli disarankan di Rp10.450-Rp10.800 dengan cutloss di bawah Rp10.225. Target dekatnya di Rp10.950-Rp11.300.
Untuk BUMI, strateginya adalah Buy if Break Rp296. Kalau tembus, target dekat ada di Rp304-Rp320. Batas amannya, cutloss di bawah Rp286.
Saham DEWA juga pakai pola serupa: Buy if Break Rp620. Targetnya Rp640-Rp660, sementara cutloss dipasang di bawah Rp600.
RAJA termasuk rekomendasi Spec Buy lainnya. Beli di area Rp4.850-Rp4.890, cutloss di Rp4.800. Target dekat di Rp4.930-Rp5.000.
INET disarankan untuk dibeli jika berhasil break di atas Rp388. Targetnya Rp396-Rp410, dengan cutloss di level Rp374.
Terakhir, INDY. Saham ini juga Spec Buy dengan area akumulasi di Rp3.480-Rp3.560. Cutloss ketat di bawah Rp3.470, target ke Rp3.620-Rp3.680.
Semua rekomendasi itu tentu perlu disikapi dengan bijak, mengingat pasar selalu punya caranya sendiri untuk bergerak. Risiko selalu ada, dan level-level teknis itu hanya peta, bukan jalannya.
Artikel Terkait
IHSG Ditutup Menguat 1,49 Persen ke Level 6.218,86 pada Sesi Pertama Perdagangan
45 Emiten Jadwalkan Pembagian Dividen pada Juni 2026, INTP Tertinggi Rp468 per Saham
CTBN Bagikan Dividen Rp372,17 Miliar untuk Tahun Buku 2025
Rupiah Terperosok ke Rp17.885 per Dolar AS, Dipicu Ketegangan Global dan Impor Minyak Tinggi