DSSA Gelar RUPSLB Bahas Stock Split 1:25 untuk Turunkan Harga Saham

- Selasa, 17 Februari 2026 | 14:50 WIB
DSSA Gelar RUPSLB Bahas Stock Split 1:25 untuk Turunkan Harga Saham

Corporate Secretary DSSA, Susan Chandra, menjelaskan alasan di balik langkah ini. "Hal ini berdampak pada keterbatasan likuiditas perdagangan saham perseroan," tuturnya dalam paparan keterbukaan informasi, Jumat (30/1/2026).

Dengan menurunkan harga nominal per saham, perusahaan berharap dapat menarik minat investor dengan modal lebih kecil. Peningkatan jumlah investor ritel ini diyakini akan memperkuat struktur kepemilikan dan mendorong aktivitas perdagangan yang lebih dinamis.

Tidak Mengubah Nilai Kepemilikan

Meski jumlah lembar saham yang dimiliki investor akan bertambah 25 kali lipat, penting untuk dipahami bahwa nilai total investasi mereka tetap sama. Stock split hanyalah penyesuaian teknis yang bersifat proporsional, mirip dengan menukar uang kertas pecahan besar dengan sejumlah lembar pecahan kecil tanpa mengubah nilai totalnya.

Susan menegaskan poin krusial ini. Aksi korporasi ini tidak mengubah hak atau nilai kepemilikan saham yang sudah dimiliki pemegang saham. "Jumlah dan harga saham akan disesuaikan secara proporsional, sehingga mencerminkan nilai yang setara sebelum stock split," jelasnya.

Dengan demikian, langkah ini murni merupakan strategi untuk meningkatkan daya tarik dan likuiditas saham di pasar modal, sekaligus menyiapkan landasan yang lebih solid untuk kinerja perusahaan ke depannya. Pasar biasanya menyambut positif langkah-langkah semacam ini, karena mencerminkan optimisme manajemen terhadap prospek jangka panjang dan komitmen untuk meningkatkan akses publik terhadap saham perusahaan.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar