Rencananya, bisnis baru ini akan fokus pada pengembangan SPKLU dan SPBKLU alias stasiun pengisian dan penukaran baterai untuk kendaraan listrik umum.
Wendy menegaskan, langkah ini adalah bagian dari penambahan kegiatan usaha. Rencana tersebut tentu saja masih harus mendapat lampu hijau dari para pemegang saham melalui RUPSLB nanti.
“Setelah memperoleh persetujuan pemegang saham, perseroan akan melanjutkan proses administratif dan perizinan,” tambahnya.
Kalau dilihat dari strateginya, penambahan lini bisnis ini jelas punya tujuan jangka panjang. Mereka ingin memperluas sumber pendapatan, sekaligus memperkokoh posisi TRON sebagai penyedia solusi transportasi digital yang terintegrasi. Nantinya, infrastruktur pengisian listrik itu akan disinergikan dengan ekosistem pelanggan yang sudah ada, terutama yang bergerak di transportasi publik dan manajemen armada.
Jadi, di tengah pergantian jajaran komisaris, rencana ekspansi perusahaan tampaknya tetap akan berjalan. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.
Artikel Terkait
Pemprov DKI Potong BPHTB 50% untuk Pembeli Rumah Pertama di Bawah Rp500 Juta
Laba Bersih Trisula International Melonjak 33% pada 2025 Didorong Ekspor
BSA Logistics Targetkan Rp302 Miliar dari IPO, Mayoritas untuk Akuisisi Perusahaan Afiliasi
WIKA Pangkas Utang Rp3,87 Triliun Meski Rugi Bersih Membengkak