Ada kabar baru dari PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk, atau TRON. Emiten yang bergerak di bidang internet of things (IoT) ini baru saja kehilangan dua orang petingginya. Mereka memutuskan mundur dari jabatannya.
Pengumuman resmi soal ini disampaikan lewat keterbukaan informasi ke BEI. Corporate Secretary TRON, Wendy Jolanda Waas, yang menyampaikannya.
“Perubahan anggota direksi dan/atau anggota dewan komisaris,” ujar Wendy, seperti dikutip Selasa (17/2/2026).
Menurutnya, perusahaan sudah menerima surat pengunduran diri dari kedua komisaris itu sejak Rabu, 11 Februari 2026. “Perseroan telah menerima surat pengunduran diri dari Noerman Taufik selaku Komisaris Independen dan Thomson E. Batubara selaku Komisaris Perseroan melalui suratnya tertanggal 11 Februari 2026,” jelas Wendy lebih lanjut.
Soal dampaknya, Wendy meyakini tidak ada. Operasional perseroan diyakini bakal tetap berjalan lancar tanpa gangguan berarti pasca-kepergian keduanya.
Namun begitu, perkembangan ini menarik disimak. Pasalnya, belum lama ini TRON sempat mengumumkan rencana ekspansi yang cukup ambisius. Mereka berencana membentuk anak usaha baru yang bakal main di sektor infrastruktur kendaraan listrik.
Rencananya, bisnis baru ini akan fokus pada pengembangan SPKLU dan SPBKLU alias stasiun pengisian dan penukaran baterai untuk kendaraan listrik umum.
Wendy menegaskan, langkah ini adalah bagian dari penambahan kegiatan usaha. Rencana tersebut tentu saja masih harus mendapat lampu hijau dari para pemegang saham melalui RUPSLB nanti.
“Setelah memperoleh persetujuan pemegang saham, perseroan akan melanjutkan proses administratif dan perizinan,” tambahnya.
Kalau dilihat dari strateginya, penambahan lini bisnis ini jelas punya tujuan jangka panjang. Mereka ingin memperluas sumber pendapatan, sekaligus memperkokoh posisi TRON sebagai penyedia solusi transportasi digital yang terintegrasi. Nantinya, infrastruktur pengisian listrik itu akan disinergikan dengan ekosistem pelanggan yang sudah ada, terutama yang bergerak di transportasi publik dan manajemen armada.
Jadi, di tengah pergantian jajaran komisaris, rencana ekspansi perusahaan tampaknya tetap akan berjalan. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.
Artikel Terkait
Matahari Putra Prima (MPPA) Catat Kenaikan Penjualan, Namun Rugi Bersih Membengkak di 2025
Pasar Modal Tunggu Bukti Nyata Eksekusi Komitmen Pemerintah
Pemerintah Batasi Operasional Truk di Tol dan Arteri Saat Puncak Mudik Lebaran 2026
BRI Group Raih Empat Penghargaan Keuangan Berkelanjutan di Singapura