Pendekatannya pun jelas: fundamental dan jangka panjang. Pandu bahkan menyebut, perseroan akan aktif berinvestasi, bisa saja setiap hari. Aktivitas ini sekaligus mendukung upaya pendalaman pasar yang digalakkan OJK dan Bursa Efek.
Di sisi lain, Danantara tidak hanya melihat angka-angka. Kualitas tata kelola perusahaan dan tingkat keterbukaan informasinya akan turut disorot. Bagi Pandu, penguatan struktur pasar dan tata kelola bukanlah hal sekunder. Itu adalah prasyarat mutlak untuk membangun kepercayaan dan mendalami pasar keuangan nasional.
"Yang penting kan masuk di public equity, itu kita harus perusahaan yang bagus, fundamental yang baik, valuasi yang baik dan juga likuid, harus likuid," pungkasnya menegaskan.
Langkah Danantara ini dipantau banyak pihak. Sebagai pengelola investasi negara, keputusannya tak hanya soal return, tetapi juga tentang penguatan fondasi pasar keuangan Indonesia ke depan.
Artikel Terkait
Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi, Didorong Ketegangan Timur Tengah
Harga Emas Antam Turun Rp10.000 per Gram, Buyback Anjlok Lebih Dalam
IHSG Dibuka Menguat ke 7.122,99, Sektor Konsumer dan Keuangan Dorong Pasar
Fed Pilih Tunggu dan Lihat Dampak Perang Iran Terhadap Inflasi