Dana yang belum direalisasikan tersebut tidak menganggur. Perusahaan mengelolanya secara hati-hati dalam berbagai instrumen keuangan. Sebagian ditempatkan dalam deposito dan Surat Berharga Negara (SBN) dengan tingkat suku bunga yang bervariasi, sementara sebagian lain berada dalam giro.
Prinsip Kehati-hatian dalam Pengelolaan Dana
Menanggapi pertanyaan mengenai sisa dana yang cukup besar, manajemen Bukalapak menekankan komitmennya pada prinsip kehati-hatian dan selektivitas tinggi. Pendekatan ini merupakan bagian integral dari kebijakan pengelolaan modal dan likuiditas perusahaan yang berjangka panjang.
Lebih lanjut diungkapkan bahwa pendekatan ini mempertimbangkan secara matang kondisi operasional, prioritas pengembangan bisnis, serta dinamika ekonomi dan industri yang terus berubah. Tujuannya jelas: menjaga kualitas setiap alokasi dana dan mendukung keberlanjutan usaha.
Penjajakan Peluang yang Selektif
Di balik kebijakan tersebut, perusahaan menyatakan tetap aktif menjajaki berbagai peluang pertumbuhan dan potensi kerja sama strategis. Namun, hingga akhir periode pelaporan, belum ada peluang yang dinilai benar-benar memenuhi seluruh kriteria ketat yang telah ditetapkan, baik dari sisi strategis, finansial, maupun profil risiko.
Pernyataan ini menggarisbawahi sikap perusahaan yang tidak terburu-buru dalam mengalokasikan modal besar, mencerminkan tata kelola yang matang dan berorientasi pada nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
Artikel Terkait
Laba Bersih Matahari Department Store Anjlok 12,4% di Tahun Buku 2025
Laba Bersih Hermina (HEAL) Anjlok 20% Meski Pendapatan Naik
Bapanas Klaim Stok Pangan Nasional Kuat Hadapi Ancaman Godzilla El Nino 2026
Laba Bersih Tjiwi Kimia Turun 7,2% di 2025 Meski Penjualan Stabil