"Ini adalah untuk memastikan bahwa ketika masyarakat pada saat terjadi satu kejadian khusus, jadi tidak usah panik," jelasnya. "Tinggal melakukan panic button otomatis kemudian kami merespon dan kemudian kami akan menggunakan patroli untuk membantu baik-baik sekalian."
Travoy Sebagai Asisten Perjalanan Digital
Lebih dari sekadar alat pembayaran, Travoy dirancang sebagai asisten pribadi digital bagi pengguna jalan tol. Salah satu keunggulan utamanya adalah penyajian informasi kepadatan lalu lintas dengan tingkat akurasi yang diklaim sangat tinggi. Data ini tidak bersumber dari lokasi ponsel pengguna, melainkan dari sistem pemantauan langsung.
"Kepadatan jalan ini bukan dilihat dari berapa yang lewat dengan menggunakan ponsel, tapi betul-betul pure (murni) dilihat dengan menggunakan radar maupun 3.500 kamera," ungkap Rivan. "Jadi validasinya adalah persis saat dilihat secara live."
Melalui antarmuka aplikasi, pengguna dapat memantau kondisi lalu lintas secara real-time di seluruh jaringan tol Jasa Marga Group. Informasi pendukung perjalanan seperti lokasi rest area, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKL), hingga titik rawan kecelakaan (black spot) juga tersedia. Rencananya, fitur pemetaan black spot ini akan diluncurkan menjelang periode arus mudik Lebaran mendatang.
Artikel Terkait
IHSG Turun 0,94% ke 7.097,06, Mayoritas Sektor Tertekan
Harga Minyak Melonjak, Saham Migas Bergairah di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Pemerintah Kurangi Hari Operasional Program Makan Bergizi Gratis demi Efisiensi
Laba Bersih CSRA Melonjak 27,7% Didorong Kenaikan Harga CPO