Ribuan Suporter Timnas Indonesia Padati GBK Jauh Sebelum Laga Kontra Saint Kitts and Nevis

- Jumat, 27 Maret 2026 | 16:50 WIB
Ribuan Suporter Timnas Indonesia Padati GBK Jauh Sebelum Laga Kontra Saint Kitts and Nevis

Jakarta belum gelap, tapi atmosfer sepak bola sudah terasa panas. Ribuan suporter Timnas Indonesia mulai memadati kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno, jauh sebelum pertandingan melawan Saint Kitts and Nevis dimulai. Padahal, laga baru akan bergulir beberapa jam lagi.

Sejak sore tadi, sekitar pukul empat, gelombang manusia berbaju merah sudah terlihat membanjiri area stadion. Mereka datang dari berbagai penjuru, tak peduli usia. Ada yang masih digandeng orang tuanya, ada kelompok remaja yang riuh, sampai para bapak-bapak yang wajahnya penuh semangat. Semuanya punya satu tujuan: mendukung Garuda.

Atribut merah-putih mendominasi pandangan. Jersey timnas dengan nomor punggung pemain favorit, scarf yang dikalungkan, hingga topi bertuliskan Indonesia. Yang menarik, banyak juga yang datang berombongan bersama keluarga. Sepertinya, ini bukan sekadar tontonan, tapi semacam acara kebanggaan bersama.

Arus suporter terutama mengalir deras dari Pintu Plaza Utama. Di sana, petugas sudah bersiap siaga. Mereka bukan cuma sekadar menjaga keamanan, tapi juga membantu para pendukung yang kebingungan. Bahkan ada posko khusus yang siap menjawab pertanyaan seputar tiket. Jadi, kalau ada yang bingung, tinggal tanya saja.

"Mohon perhatiannya, jangan membawa botol minum atau kamera profesional ke dalam stadion,"

imbau salah seorang petugas keamanan, berulang kali. Suaranya terdengar lantang di kerumunan yang semakin padat.

Sementara para suporter mulai memenuhi tribun, di lapangan hijau, situasinya berbeda. Laga pembuka antara Bulgaria dan Kepulauan Solomon masih berlangsung. Tapi perhatian utama tentu saja pertandingan utama nanti malam, tepat pukul 20.00 WIB. Ini adalah bagian dari FIFA Series 2026, dan pemenang nanti akan melaju ke partai puncak pada Senin mendatang.

Suasana semakin hari semakin mengental. Antusiasme itu nyata, terpancar dari sorot mata dan celoteh riang mereka yang rela datang sejak sore. Menunggu memang melelahkan, tapi untuk menyaksikan Timnas Indonesia berlaga, rasanya semua itu tak ada artinya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar