Kala itu, kepemilikan Epstein di Coinbase memang kurang dari 1 persen. Tapi nilainya luar biasa: sekitar 400 juta dolar AS! Pada 2018, Blockchain Capital bahkan sempat mencoba membeli kembali sebagian saham Epstein itu. Epstein sendiri dikabarkan lagi mempertimbangkan untuk masuk lagi ke Coinbase, lewat putaran pendanaan Seri E. Sekarang, setelah melantai di bursa tahun 2021, nilai pasar Coinbase nyaris menyentuh 50 miliar dolar AS.
Soal investasi ini, Blockchain Capital memberikan klarifikasi ke Decrypt media yang lebih dulu memberitakannya. Mereka mengakui adanya korespondensi, tapi bersikeras bahwa investasi lewat dana mereka tak pernah terjadi. Epstein, kata mereka, berinvestasi secara langsung lewat perusahaannya sendiri.
Coinbase bukan satu-satunya. Epstein ternyata juga merambah ke perusahaan lain.
Di tahun yang sama, 2014, ia mendanai Blockstream, sebuah pengembang Bitcoin. Ini terungkap dari email-email yang sama.
Tapi kepemilikan sahamnya di Blockstream tidak bertahan lama.
Adam Back, CEO dan salah satu pendiri Blockstream, mengaku mereka menjual saham Epstein hanya beberapa bulan kemudian. Alasannya? Potensi konflik kepentingan dan beberapa kekhawatiran lain. Back menegaskan, perusahaannya sama sekali tidak punya hubungan keuangan, langsung maupun tidak, dengan aset-aset peninggalan Epstein.
Jadi, meski investasi kriptonya cukup mengejutkan, itu hanyalah bagian kecil dari portofolio Epstein yang sangat besar. Melalui jaringan bisnisnya yang rumit itulah ia mendapatkan akses akses ke lingkaran paling elit di dunia keuangan, media, dan teknologi.
Artikel Terkait
Pakaian Bekas Ilegal Disita Rp 248 M, Pemerintah Genjarkan Razia di Pelabuhan
Investor Global Berebut Proyek PLTN 7 Gigawatt di Indonesia
PIPA Beringsut: Dari Pabrik Pipa PVC Menuju Ladang Minyak dan Gas
SOLA Kantongi Kontrak Rp14,72 Miliar untuk Perkuat Jalan Hauling Batu Bara di Sumsel