“Dengan perencanaan yang matang, kami bisa memastikan layanan kepada nasabah tetap berjalan meskipun terjadi gangguan besar,” jelas Mahelan lagi.
Di sisi lain, kondisi geografis Indonesia memang bikin was-was. Ruben Damanik dari Reasuransi MAIPARK Indonesia angkat bicara soal ini. Dia ngingetin bahwa kita hidup di ‘ring of fire’, daerah rawan gempa. Ancaman ini nyata dan berdampak ganda: merusak aset fisik dan menghentikan operasional perusahaan.
Ungkap Ruben.
Maka dari itu, menurutnya, perusahaan butuh rencana yang berlapis. Bukan cuma sekadar punya prosedur evakuasi, tapi juga skenario penyelamatan data, opsi kerja jarak jauh, dan yang nggak kalah penting, langkah-langkah pemulihan pasca bencana. Semua harus dipikirkan matang-matang, karena sekali gangguan datang, nggak ada waktu lagi untuk kebingungan.
Artikel Terkait
Investor Global Berebut Proyek PLTN 7 Gigawatt di Indonesia
PIPA Beringsut: Dari Pabrik Pipa PVC Menuju Ladang Minyak dan Gas
SOLA Kantongi Kontrak Rp14,72 Miliar untuk Perkuat Jalan Hauling Batu Bara di Sumsel
Emas Batangan Melonjak 29%, Perhiasan Tersisih di Tengah Gejolak Ekonomi