IHSG Coba Bangkit Usai Anjlok, Analis Proyeksi Pergerakan Sempit

- Selasa, 03 Februari 2026 | 10:15 WIB
IHSG Coba Bangkit Usai Anjlok, Analis Proyeksi Pergerakan Sempit

Setelah anjlok lebih dari 4 persen kemarin, IHSG hari ini diprediksi bakal mencoba bangkit. Tapi jangan berharap kenaikan yang spektakuler. Analis memproyeksikan pergerakan indeks hanya dalam rentang sempit, antara 7.900 dan 8.100.

Ratih Mustikoningsih dari Ajaib Sekuritas termasuk yang melihat secercah harapan. Dalam risetnya pagi ini, ia menulis bahwa sentimen global yang membaik dan aliran dana asing bisa jadi penopang.

Catatannya itu muncul setelah IHSG kemarin benar-benar terpuruk, ditutup anjlok 406 poin ke level 8.922. Tekanan jual masih menggila, terutama ke saham-saham komoditas dan konglomerasi. Rupanya, aksi ambil untung massal terjadi setelah harga emas, perak, dan nikel di pasar global melemah.

Namun begitu, ada sinyal menarik yang patut dicermati. Ratih mencatat, investor asing justru mulai masuk. Mereka mencatatkan inflow bersih Rp654 miliar di pasar ekuitas domestik pada perdagangan kemarin. Aliran dana segar ini berpotensi menjadi bantalan untuk menahan tekanan jual lebih lanjut.

Di sisi lain, sentimen domestik masih dibayangi kabar kurang menyenangkan dari pertemuan MSCI dengan regulator. Kebijakan baru soal transparansi free float minimal di atas 1 persen itu dinilai bakal jadi beban tambahan, khususnya untuk saham-saham konglomerasi. Implementasinya berpotensi memicu tekanan jual lagi.

Fakta pahitnya, secara year to date, performa IHSG adalah yang terlemah se-ASEAN dengan koreksi mencapai 8,38 persen. Cukup dalam.

Tapi jangan khawatir dulu. Data makro kita sebenarnya masih solid. Neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2025 kembali surplus, tepatnya USD2,52 miliar. Ini melanjutkan tren positif dari bulan sebelumnya. Bahkan, secara kumulatif, Indonesia sudah mencatatkan surplus neraca dagang selama 68 bulan berturut-turut. Sebuah rekor yang patut diacungi jempol.


Halaman:

Komentar