Lalu, apa alasan di balik langkah ini? Menurut pihak perusahaan, akuisisi LSO Holdings ini selaras dengan bisnis pengendali baru mereka, Lim Shrimp Org Pte Ltd. Perusahaan asal Singapura itu punya pengalaman kuat di bidang akuakultur dan konstruksi. Dengan memboyong LSO Holdings ke dalam naungan SMKM, mereka berharap bisa ciptakan nilai tambah dan pacu kinerja usaha ke depan.
"Setiap perubahan atau pengembangan kegiatan usaha akan tetap dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian serta mematuhi seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata manajemen.
Ini bukan langkah pertama transformasi SMKM. Sebelumnya, mereka sudah resmi berganti pengendali ke Lim Shrimp Org. Akuisisi tahap pertama itu seperti pintu masuk, mengubah wajah perusahaan konstruksi ini menjadi calon pemain akuakultur regional. Cakupan bisnisnya kini menjangkau Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Nah, laporan valuasi independen tadi akan jadi acuan penting sebelum SMKM melaksanakan Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Rencananya, HMETD itu bakal digelar tahun 2027. Jadi, perjalanan masih panjang, tapi langkah strategisnya sudah mulai terlihat jelas.
Artikel Terkait
BEI Perpanjang Penundaan Transaksi Short Selling hingga September 2026
Wall Street Menguat di Tengah Harapan Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Program Mudik Gratis Pemerintah Berangkatkan 500 Pemudik dari Jakarta
BEI Tetapkan Libur Perdagangan 5 Hari Berturut-turut Maret 2026 untuk Nyepi dan Idulfitri