Keputusan Iman Rahman mundur dari pucuk pimpinan Bursa Efek Indonesia (BEI) mendapat apresiasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pengunduran diri itu ia sampaikan Jumat (30/1) pagi, tak lama setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dua hari beruntun mengalami trading halt penghentian sementara perdagangan.
Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, menilai langkah Iman sebagai wujud tanggung jawab moral. “OJK memastikan bahwa pengunduran diri tersebut tidak akan mengganggu keberlangsungan operasional, baik itu dari bursa, kliring nya,” ucap Inarno dalam konferensi pers di Kantor BEI, Jakarta Selatan.
Di sisi lain, OJK juga mengimbau para investor untuk tak panik. “Kami semua mengingatkan kepada seluruh investor agar tetap tenang dan juga rasional dalam mengambil setiap keputusan untuk berinvestasi,” kata Inarno lagi. Pesannya jelas: jangan gegabah, tetaplah berpikir jernih di tengah gejolak.
Soal reformasi pasar modal, OJK punya sejumlah agenda yang ingin digeber. Mereka akan mengawal ketat aturan keterbukaan informasi, bahkan untuk pemegang saham di bawah 5%. Lalu ada soal pemenuhan free float minimal 15%, plus penanganan berbagai catatan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Targetnya, semua ini rampung sebelum Mei.
“Yang keempat adalah tentunya proses untuk demutualisasi, tentunya akan kami laksanakan. Dan surveillance dan juga enforcement itu akan kami tingkatkan,” tegas Inarno.
Artikel Terkait
Guncangan di OJK: Ketua dan Dua Pejabat Kunci Mundur Bersamaan
Pertemuan OJK-MSCI Tak Terganggu Meski Dirut BEI Mundur
Bank Mandiri Sulap Botol Parfum Bekas Jadi Gaya Hidup Baru di Perfume Pop Market
Trump Siapkan Kevin Warsh untuk Pimpin The Fed, Sinyal Perubahan Kebijakan Makin Kuat