Untuk pergerakan IHSG? Hendra memperkirakan dalam waktu dekat masih akan fluktuatif, dengan kecenderungan melemah. Proyeksinya, indeks akan bergerak di kisaran 8.150 hingga 8.350.
Sementara itu, dari sudut pandang berbeda, Myrdal Gunarto, Global Market Economist Maybank, punya pendapat. Ia melihat pengunduran diri ini sebagai respons atas tekanan eksternal yang sudah mengendap lama. Peringatan dari Morgan Stanley beberapa waktu lalu, katanya, adalah puncak gunung es.
Lalu, bagaimana dengan transisi kepemimpinan nanti? Gunarto meragukan akan ada perubahan mekanisme internal yang signifikan dalam waktu singkat.
Dia juga menyoroti dinamika internal BEI sebagai organisasi yang mengatur dirinya sendiri (self regulatory organization/SRO). Menurutnya, pola pergerakan internal biasanya punya dinamikanya tersendiri.
Jadi, suasana di pasar saham kita sedang tidak tenang. Mundurnya sang Dirut bukan akhir cerita, melainkan babak baru yang penuh ketidakpastian. Semua mata kini tertuju pada langkah BEI selanjutnya.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Purbaya: Saatnya Serok-Serok Saham di Tengah Koreksi
InJourney Perkuat Ekosistem Pariwisata Terpadu Bali-Nusra Lewat Kolaborasi Regional
Prasetyo Hadi Bantah Keterlibatan Istana dalam Mundurnya Dirut BEI
Pemerintah Pacu Demutualisasi BEI dan Naikkan Free Float, Respons Tekanan Global