Pasar saham kita lagi heboh. Dalam beberapa hari terakhir, IHSG bergerak sangat volatil, naik-turun dengan tajam. Pemicunya? Sorotan dari penyedia indeks global MSCI yang mempertanyakan kelayakan investasi di pasar Indonesia, terutama soal transparansi struktur kepemilikan dan data free float saham. Sentimen ini langsung jadi bahan bakar tekanan jual.
Akibatnya, arus dana asing pun berbalik keluar. Kondisi pasar jadi super sensitif. Buktinya, Rabu dan Kamis kemarin, perdagangan saham sempat dihentikan sementara selama setengah jam. Itu terjadi setelah IHSG terperosok hingga 8 persen dalam sehari. Gila juga.
Nah, di tengah situasi seperti ini, kabar lain muncul: Direktur Utama BEI, Iman Rachman, mengundurkan diri. Kabar ini langsung diserap pasar di pagi hari Jumat, menambah warna pada volatilitas yang sudah ada.
Data dari Bursa Efek menunjukkan pergerakan yang gamang. IHSG sempat dibuka hijau di level 8.408, tapi tak lama kemudian ambruk tajam ke 8.167. Kemudian, sekitar pukul sepuluh pagi, indeks berusaha bangkit lagi dan menguat 0,65 persen ke posisi 8.286. Naik-turunnya bikin deg-degan.
Menurut pengamat pasar modal Michael Yeoh, secara teknikal, level psikologis 8.000 sekarang jadi area support krusial yang harus dijaga.
“Kewaspadaan di tengah volatilitas gejolak struktural ini tetap harus dimiliki oleh investor,” tegas Michael pada Jumat (30/1).
Artikel Terkait
2026: Titik Balik Laba Perbankan Nasional, Tapi Jalan Masih Berliku
IHSG Anjlok, Direktur Utama BEI Iman Rachman Mengundurkan Diri
IHSG Melaju Sendiri, Tembus 8.329 di Tengah Gejolak
Di Tengah Gejolak Pasar, Iman Rachman Lepas Jabatan Puncak BEI