Ia mengingatkan bahwa keputusan final dari MSCI baru akan keluar pada Mei 2026 nanti.
“Artinya masih akan ada sekitar empat bulan lagi, di mana ada potensi kepemilikan tipe ‘corporate and others’ dikeluarkan dari perhitungan free float. Estimasi bisa terjadi outflow sekitar Rp30-Rp50 triliun,” imbuh dia.
Jadi, tekanan belum berakhir. Michael melihat, arus dana asing yang keluar sebesar Rp11 triliun dalam dua hari terakhir adalah sinyal bahwa proses penyesuaian ini masih berlangsung. “Secara teknikal proses outflow ini belum selesai,” ujarnya.
Volatilitas belakangan ini banyak didorong oleh gerakan saham-saham besar, terutama blue chip dan konglomerasi. Mereka yang biasanya jadi penopang, justru jadi sumber gejolak. Di tengah semua ini, pesan untuk investor jelas: tetap waspada. Tekanan di pasar masih nyata dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda sepenuhnya.
Ingat, keputusan untuk beli atau jual saham sepenuhnya ada di tangan Anda.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Purbaya: Saatnya Serok-Serok Saham di Tengah Koreksi
InJourney Perkuat Ekosistem Pariwisata Terpadu Bali-Nusra Lewat Kolaborasi Regional
Prasetyo Hadi Bantah Keterlibatan Istana dalam Mundurnya Dirut BEI
Pemerintah Pacu Demutualisasi BEI dan Naikkan Free Float, Respons Tekanan Global