Perdagangan Jumat (30/1/2026) ini, IHSG masih terlihat goyah. Ada risiko koreksi yang belum benar-benar usai, begitu kesan yang tertangkap dari pergerakan indeks kemarin.
Pada Kamis, Bursa sempat heboh. IHSG anjlok hingga 8 persen ke level 7.654,66, yang memaksa BEI menghentikan sementara perdagangan. Untungnya, penurunan itu tidak bertahan sepenuhnya. Indeks akhirnya ditutup di posisi 8.232, meski masih tercatat melemah 1,06 persen. Situasinya memang belum stabil.
Analis MNC Sekuritas punya pandangan teknis yang cukup rinci. Mereka melihat IHSG saat ini sedang berada dalam fase koreksi yang berpotensi berlanjut.
"Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave (b) dari wave [x] dari wave 4 pada label hitam. Jadi, IHSG masih rawan melanjutkan koreksinya dahulu ke rentang 7.889-8.104 sebagai area koreksi terdekat," tulis riset mereka.
Namun begitu, bukan berarti tidak ada harapan untuk menguat. Area penguatan diperkirakan akan menguji level 8.323-8.527. Secara umum, support kunci ada di 7.985 dan 7.762, sementara resistance mengintai di 8.296 dan 8.590.
Nah, di tengah kondisi yang bergejolak ini, beberapa saham justru menarik untuk dicermati. Bukan untuk diborong, tapi untuk diamati peluangnya saat melemah.
Artikel Terkait
DSSA Siap Pecah Saham, Harga Rp94 Ribu Bakal Terjun ke Rp3.750
Direktur Utama BEI Lengser Usai Trading Halt Dua Hari Berturut-turut
Harga Emas Antam Anjlok Rp 48 Ribu, Galeri24 Justru Melonjak
Timah Melonjak, Batu Bara Tembus USD 111: Pasar Komoditas Bergairah