PT Harum Energy Tbk (HRUM) masuk dalam daftar itu dengan rekomendasi Buy on Weakness. Sahamnya terkoreksi 3,60 persen ke Rp1.070 dan tekanan jual masih terasa. Analis memperkirakan HRUM sedang dalam bagian dari wave [iv] dari wave C. Level beli yang disarankan adalah di kisaran Rp1.035-Rp1.055, dengan target harga Rp1.130 dan Rp1.175. Stoploss-nya ditaruh di bawah Rp1.000.
Lalu ada PT Indosat Tbk (ISAT). Meski sempat menguat 1,82 persen ke Rp2.240 dengan volume pembelian yang muncul, pergerakannya masih terbentur rata-rata bergerak (MA) 20 dan 60. Saham ini juga direkomendasikan untuk dibeli saat melemah, yaitu di area Rp1.990-Rp2.130. Targetnya Rp2.300 dan Rp2.370, dengan batas stoploss di bawah Rp1.950.
Untuk yang berani ambil risiko sedikit lebih tinggi, PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) masuk kategori Spec Buy. Sahamnya terkoreksi 5,08 persen ke Rp374, tapi menariknya justru diikuti volume pembelian. Rekomendasi beli ada di rentang Rp358-Rp372, dengan target yang cukup menjanjikan di Rp414 dan Rp462. Tentu, risikonya lebih besar, jadi stoploss diletakkan ketat di bawah Rp336.
Terakhir, emiten besar PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga tampak menarik. Koreksi kecil 0,58 persen ke Rp3.450 disertai volume beli menjadikannya kandidat Buy on Weakness. Level beli yang disarankan adalah Rp3.350-Rp3.440, menargetkan kenaikan ke Rp3.550 dan Rp3.650. Batas amannya di bawah Rp3.250.
Semua rekomendasi ini tentu harus disikapi dengan bijak. Pasar sedang tidak pasti, dan informasi terbaru selalu bisa mengubah segalanya dalam sekejap.
Artikel Terkait
DSSA Siap Pecah Saham, Harga Rp94 Ribu Bakal Terjun ke Rp3.750
Direktur Utama BEI Lengser Usai Trading Halt Dua Hari Berturut-turut
Harga Emas Antam Anjlok Rp 48 Ribu, Galeri24 Justru Melonjak
Timah Melonjak, Batu Bara Tembus USD 111: Pasar Komoditas Bergairah