Wall Street menutup sesi Rabu (28/1) dengan catatan beragam. Nasdaq berhasil menguat, didorong oleh sentimen positif pada saham-saham chip. Sementara itu, S&P 500 hampir-hampir tak bergerak dari posisi sebelumnya. Reaksi pasar terbilang tenang, menyusul keputusan Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga acuan.
Menurut data yang dilansir Reuters Kamis (29/1), pergerakan indeks terlihat cukup bervariasi. Dow Jones naik tipis 0,02% ke level 49.015,60. Nasdaq Composite bertambah 40,35 poin atau 0,17% menjadi 23.857,45. Di sisi lain, S&P 500 justru sedikit melemah, turun 0,01% ke posisi 6.978,03.
Lalu, apa alasan The Fed bertahan? Bank sentral AS menyoroti inflasi yang masih tinggi, tapi diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang solid. Mereka juga melihat ada beberapa tanda perbaikan di pasar tenaga kerja. Nah, suku bunga sendiri masih bertengger di kisaran 3,5% hingga 3,75%.
Meski begitu, para investor di lapangan punya perkiraan lain. Banyak yang justru memprediksi The Fed akan mulai memangkas suku bunga pada Juni 2026.
Dalam konferensi persnya, Jerome Powell bersikap sangat hati-hati. Ketua Fed ini enggan berkomentar tentang keputusan suku bunga berikutnya.
"Kami akan bergantung pada data," ujarnya.
Powell lebih memilih membahas risiko. Menurutnya, risiko kenaikan inflasi dan risiko penurunan lapangan kerja sudah mulai berkurang.
Perdagangan hari Rabu sebenarnya sempat memberi kejutan. Indeks S&P 500 berhasil menembus level psikologis 7.000 poin untuk pertama kalinya di awal sesi. Sayangnya, momentum itu tak bertahan lama. Indeks kesulitan mempertahankan kenaikannya dan akhirnya berbalik melemah.
Kalau dilihat per sektor, performanya timpang. Sektor real estat, barang konsumsi pokok, dan layanan kesehatan tercatat sebagai yang terlemah. Posisi berseberangan dipegang oleh sektor energi dan teknologi, yang justru menunjukkan kinerja terbaik.
Kenaikan sektor teknologi, khususnya, banyak disumbang oleh saham-saham chip. Laporan pendapatan perusahaan-perusahaan ini jadi sorotan utama. Nvidia naik 1,6%, Micron melesat 6%, dan yang paling dramatis, Intel melonjak hingga 11%.
Tak ketinggalan, raksasa teknologi lain juga ikut merasakan angin segar. Saham Meta dan Tesla masing-masing menguat hampir 4% dan 3% saat bel tanda tutup dibunyikan.
Yang menarik, volume transaksi hari itu cukup tinggi. Angkanya mencapai 19,03 miliar, melampaui rata-rata 20 hari yang berada di posisi 18,29 miliar. Ini menunjukkan antusiasme yang tetap ada di tengah kondisi pasar yang cenderung datar.
Artikel Terkait
ITMG Bagikan Dividen Final Rp992 per Saham untuk Tahun Buku 2025
MDS Retailing Cetak Laba Bersih Rp692 Miliar di Kuartal I-2026, Didorong Lonjakan Penjualan Luar Jawa
Laba Bersih Prodia Melonjak 150 Persen di Kuartal I-2026, Ditopang Permintaan Tes Diagnostik
IHSG Ditutup Menguat 0,41 Persen ke 7.101, Sektor Non-Siklikal Pimpin Kenaikan