Bank Sentral Thailand Perketat Pengawasan Uang Tunai Jelang Pemilu 2026

- Kamis, 29 Januari 2026 | 04:18 WIB
Bank Sentral Thailand Perketat Pengawasan Uang Tunai Jelang Pemilu 2026

Bank Sentral Thailand bersiap mengencangkan pengawasan atas penarikan uang tunai dalam jumlah fantastis. Langkah ini diambil setelah mereka mendeteksi transaksi-transaksi mencurigakan yang nilainya mencapai jutaan dolar AS. Kekhawatiran terhadap aliran dana ilegal dan stabilitas ekonomi nasional pun kian meningkat.

Menurut laporan Bloomberg, aturan baru sedang disiapkan. Nantinya, bank-bank komersial akan diwajibkan melakukan uji tuntas yang lebih ketat. Mereka juga harus melaporkan setiap penarikan yang melebihi batas tertentu. Intinya, kontrol akan diperketat.

Pemicu langsung kebijakan ini adalah dua transaksi tak biasa yang ditemukan otoritas moneter. Masing-masing bernilai lebih dari 6 juta dolar AS, dan terjadi hanya beberapa hari sebelum pemilihan nasional 8 Februari 2026 mendatang. Menurut bank sentral, gelontoran dana tunai sebesar itu berpotensi mengganggu perekonomian jika dibiarkan.

Gubernur Bank Sentral Thailand, Vitai Ratanakorn, tak menyembunyikan keheranannya. Dalam sebuah seminar ekonomi Rabu lalu (28/1), ia mempertanyakan motif di balik penarikan sebesar itu.

Totalnya, penarikan tunai mencurigakan itu mendekati angka 15 juta dolar AS. Waktunya pun kebetulan atau mungkin bukan bersamaan dengan penyelidikan Komisi Pemilu Thailand soal dugaan praktik pembelian suara. Sebuah survei yang dirilis Bangkok Post mengungkap fakta mencengangkan: lebih dari seperempat calon pemilih mengaku bersedia mendukung kandidat yang menawarkan uang tunai.

Vitai mengatakan aturan baru akan diberlakukan dalam dua hingga tiga bulan ke depan. Ambang batas pelaporannya diperkirakan antara 3 hingga 5 juta baht. Meski begitu, ia enggan berspekulasi apakah kasus terbaru ini terkait langsung dengan pemilu. “Kami tidak berasumsi begitu,” katanya.

Di sisi lain, kebijakan ini adalah bagian dari upaya lebih luas. Bank sentral ingin mengatasi persoalan struktural, terutama aliran dana di ekonomi bawah tanah yang dianggap menghambat pertumbuhan jangka panjang.


Halaman:

Komentar