Nah, ini yang bikin was-was. MSCI memberi batas waktu hingga bulan Mei untuk pemenuhan permintaan data ini. Kalau sampai tenggat itu kita belum bisa memenuhi standar transparansi mereka, konsekuensinya berat: Indonesia berisiko diturunkan status pasarnya.
"Kita sudah sampaikan, kalau data yang mereka harapkan itu tidak terpenuhi sampai dengan transparansi itu ya, mereka kan transparansi dipenuhi sampai dengan bulan Mei, mereka akan menurunkan peringkat kita dari emerging market menjadi front end market," jelas dia.
Penurunan status itu bukan hal sepele. Iman menyebut, posisi kita nanti bisa jadi sejajar dengan bursa-bursa di negara seperti Filipina atau Vietnam, yang masuk kategori Frontier Market. Padahal saat ini, Indonesia masih satu kasta dengan Malaysia di kelompok Emerging Market.
"Artinya kita mungkin sejajar dengan Vietnam dan Filipina. Karena sekarang kan di emerging market [kita] sama dengan Malaysia," sebutnya.
Merespon situasi yang memanas ini, BEI tidak tinggal diam. Mereka bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sedang menyiapkan langkah-langkah tindak lanjut. Rinciannya masih ditutup rapat, tapi upaya penyelamatan tengah dirancang.
"Nah ini memang tadi saya bilang baru juga berdiskusi dengan OJK dan juga dengan KSI yang beberapa hal kita akan tindak lanjuti jadi kita tidak bicara sebelum apa yang kami sampaikan," ucap Iman.
Sebelumnya, MSCI memang mengumumkan pembekuan sementara untuk beberapa aksi indeks terkait Indonesia. Kenaikan faktor inklusi asing, penambahan saham baru, hingga perpindahan kelas indeks, semuanya ditahan dulu. Alasan mereka jelas: transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia dinilai masih perlu dibenahi. Dan efeknya langsung terasa: IHSG tertekan signifikan sepanjang hari Rabu itu.
Artikel Terkait
IHSG Tergelincir 8%, Bos Danantara Desak BEI Tanggapi Laporan MSCI
Purbaya Guncang Kemenkeu, 36 Pejabat Eselon II Diganti
Tambang Emas Martabe Beralih ke BUMN Baru di Bawah Danantara
Merger Tiga Anak Usaha Pertamina Mundur ke Februari 2026