Keputusan MSCI untuk membekukan perubahan indeks saham Indonesia bukan sekadar berita biasa. Langkah ini, diumumkan Rabu dini hari waktu Indonesia, berpotensi memicu arus keluar dana asing yang cukup besar. Bahkan, ada risiko yang lebih serius menanti jika masalah transparansi tak kunjung tuntas hingga Mei 2026.
Analis pasar modal Michael Yeoh menyoroti implikasi serius dari langkah ini. Menurutnya, situasinya bisa memburuk.
“MSCI akan membekukan posisi Indonesia. Tidak ada yang masuk atau keluar dari indeks untuk sementara. Mereka akan meninjau ulang, dan pada Mei nanti, ada potensi Indonesia dikeluarkan dari klasifikasi emerging market,” jelas Michael.
Dampaknya? Bisa dibilang luar biasa.
“Kalau sampai terjadi, outflow-nya bisa mencapai Rp150 triliun,” katanya menegaskan.
Michael pun menekankan bahwa jalan keluar hanya satu: kolaborasi. Dibutuhkan kerja kolektif dari KSEI, BEI, dan OJK untuk memperbaiki struktur kepemilikan dan disclosure perusahaan. Tanpa itu, risiko akan terus mengintai.
Di sisi lain, Hendra Wardana dari Stocknow.id melihat tekanan langsung pada pasar domestik. Keputusan MSCI ini, ujarnya, berpotensi membebani pergerakan IHSG dalam jangka pendek hingga menengah.
“Pembekuan kenaikan bobot saham Indonesia berarti potensi aliran dana pasif dari investor global tertahan. Tekanan juga datang dari saham-saham yang tadinya diharapkan naik kelas,” ujar Hendra.
Kondisi seperti ini, lanjutnya, bisa memicu aksi ambil untung atau membuat pelaku pasar memilih untuk menunggu dan melihat dulu. Sentimen pun ikut tertekan.
Persepsi risiko global terhadap Indonesia juga dipastikan meningkat. Investor akan jadi lebih berhati-hati, terutama terhadap saham-saham kapitalisasi besar. Dan ingat, ini baru permulaan. MSCI sudah menyatakan akan meninjau ulang status aksesibilitas pasar Indonesia jika tidak ada kemajuan signifikan soal transparansi hingga Mei 2026.
“Proses ini berpotensi menurunkan bobot saham Indonesia di indeks MSCI, bahkan membuka peluang reklasifikasi menjadi Frontier Market,” imbuh Hendra.
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan 100 Ribu Tempat Magang untuk Lulusan Baru di 2026
IHSG Anjlok 6,71% Usai MSCI Bekukan Perubahan Indeks
Emas Antam Melonjak Rp 52 Ribu, Pajak Pembeli Akhir Dihapus
IHSG Terjun Bebas, Hampir 500 Saham Membeku di Zona Merah