Dini hari yang gelap di Ukraina kembali dipecah oleh suara sirene dan ledakan. Selasa (28/1) itu, serangan Rusia menewaskan sedikitnya 12 orang. Sasaran kali ini beragam: infrastruktur energi vital dan yang paling memilukan sebuah kereta penumpang yang sedang berjalan.
Ironisnya, serangan brutal ini datang hanya beberapa hari setelah kedua negara duduk berunding. Upaya diplomasi untuk mengakhiri perang yang sudah nyaris empat tahun itu, seketika tercoreng.
Di Kharkiv, wilayah timur laut, sebuah drone Rusia menghantam gerbong kereta. Saat itu, hampir 200 penumpang ada di dalamnya. Korban jiwa berjatuhan.
Perdana Menteri Yulia Svyrydenko menyebut setidaknya lima orang tewas dalam insiden itu.
Demikian kemarahan Presiden Volodymyr Zelensky yang dituangkan di media sosialnya.
Namun begitu, kekejian tidak berhenti di sana. Kota pelabuhan Odesa juga jadi sasaran amuk. Lebih dari lima puluh drone menghujani kota, merenggut tiga nyawa dan melukai lebih dari tiga puluh orang. Situasinya kacau balau.
Menurut Gubernur Oleg Kiper, korban luka termasuk seorang perempuan yang sedang hamil tua usia kandungannya 39 minggu dan dua anak perempuan. Sungguh memilukan.
Artikel Terkait
Ribuan Tempat Ibadah dan Madrasah Lumpuh Akibat Banjir Sumatera
Laporan Gratifikasi KPK Melonjak, Nilainya Justru Anjlok
Kritikus Soroti Krisis Kepemimpinan: Negara Butuh Negarawan, Bukan Penjual Kedaulatan
MUI Soroti Langkah Indonesia Bergabung dengan Dewan Perdamaian Trump