Serangan Rusia Hantam Kereta dan Odesa, Jalur Diplomasi Terancam Runtuh

- Rabu, 28 Januari 2026 | 10:42 WIB
Serangan Rusia Hantam Kereta dan Odesa, Jalur Diplomasi Terancam Runtuh

Dampaknya luas sekali. Puluhan bangunan warga rata dengan tanah, termasuk sekolah, TK, sampai sebuah gereja. Seorang jurnalis di lokasi menggambarkan pemandangan suram: bangunan permukiman runtuh, sementara tim penyelamat berjuang menyisir puing-puing, berharap menemukan tanda kehidupan.

Zelensky dengan tegas menyatakan serangan semacam ini merusak jalur perundingan yang sudah dibuka. Ia mendesak sekutu-sekutunya untuk tidak tinggal diam.

tegasnya.

Di sisi lain, dampak praktisnya langsung dirasakan rakyat. Infrastruktur energi kembali jadi sasaran empuk, membuat jutaan orang terperangkap dalam gelap dan dingin di musim yang sudah menggigit ini. Perusahaan swasta DTEK melaporkan kerusakan parah di fasilitasnya di Odesa. Sementara Naftogaz, perusahaan gas negara, mengeluhkan ini sudah jadi serangan kelima terhadap aset mereka hanya dalam sebulan terakhir.

Sementara di garis depan, tekanan militer tak kunjung reda. Pasukan Rusia dilaporkan terus mendesak, maju perlahan. Kementerian Pertahanan mereka bahkan mengklaim telah merebut dua desa lagi, satu di Zaporizhzhia dan satu di Kharkiv.

Di tengah semua ini, rencana perundingan lanjutan pada 1 Februari mendatang seakan digantung di awang-awang. Nasibnya kini dipertanyakan banyak pihak, menyusul aksi kekerasan yang terjadi di luar meja perundingan.


Halaman:

Komentar