Diam di Bursa Transfer, Strategi atau Terjebak Sanksi?

- Minggu, 18 Januari 2026 | 20:00 WIB
Diam di Bursa Transfer, Strategi atau Terjebak Sanksi?

Jendela transfer paruh musim Super League 2025/2026 sudah buka sejak 10 Januari lalu. Dan seperti biasa, heboh. Banyak klub langsung gesit berburu pemain baru untuk persiapan putaran kedua. Tapi, nggak semua. Ada beberapa yang masih terlihat diam, belum ada pengumuman rekrutan sama sekali. Padahal, waktu berjalan terus.

Setidaknya ada lima klub yang belum kedengaran gebrakannya. Yang menarik, mereka ini tersebar di berbagai posisi klasemen. Dari yang berjaya di papan atas, sampai yang tercecer di zona merah. Situasi ini tentu bikin penasaran. Apa strategi mereka? Atau jangan-jangan ada kendala di balik layar?

Ambil contoh dari puncak klasemen. Persib Bandung, sang juara paruh musim, justru yang paling sepi. Padahal, rumor-rumor sudah bertebaran. Nama-nama seperti Maarten Paes dan Joey Pelupessy dikabarkan bakal diboyong ke Kota Kembang. Tapi, sampai sekarang, manajemen Persib tutup mulut rapat-rapat. Tidak ada konfirmasi resmi yang keluar.

Di sisi lain, ada Malut United. Performa mereka di putaran pertama cukup solid, tapi bukan berarti tanpa celah. Mereka sudah melepas beberapa pemain pinjaman, seperti Chechu Meneses dan Vico Duarte. Logikanya, kekosongan itu perlu diisi. Tapi nyatanya? Sama. Belum ada pengumuman pemain pengganti dari klub Maluku Utara itu.

Turun sedikit ke papan tengah, situasinya makin beragam. PSIM Yogyakarta secara terbuka mengaku terkendala finansial.

Pelatih Jean Paul van Gastel bilang, belanja besar-besaran di awal musim bikin ruang gerak mereka sekarang terbatas.

Jadi, mau nggak mau, mereka harus super selektif. Setiap kemungkinan direkrut pasti dihitung matang-matang, nggak bisa asal gebuk.

Berbeda lagi ceritanya dengan PSM Makassar. Masalahnya lebih runyam. Juku Eja disebut-sebut masih terbelit sanksi FIFA yang membatasi transfer. Alhasil, meski punya keinginan, mereka belum bisa leluasa mendaftarkan pemain baru. Harus tunggu persoalan hukumnya selesai dulu.

Nah, kalau PSBS Biak, kondisinya lebih mendesak lagi. Mereka terperosok di zona degradasi dan jelas butuh suntikan pemain baru. Tapi nasibnya mirip PSM: terhambat sanksi larangan transfer dari FIFA. Bahkan, kabarnya PSBS harus menyelesaikan tiga kasus sekaligus sebelum bisa kembali beraktivitas di bursa pemain. Susah banget, deh.

Ini semua kontras banget dengan klub-klub lain yang sudah sibuk sejak hari pertama. Persebaya, Persijap, Semen Padang mereka sudah mengamankan beberapa wajah baru. Langkah cepat itu menunjukkan kesiapan dan ambisi mereka untuk bersaing lebih ketat di putaran kedua nanti.

Waktu masih ada sih, sampai 6 Februari 2026. Masih ada peluang untuk kejutan. Tapi faktor-faktor seperti duit, soliditas skuad, dan terutama sanksi FIFA, bakal jadi penentu utama. Akankah klub-klub yang masih diam ini bertahan dengan skuad lama, atau mereka menyiapkan kejutan di menit-menit terakhir? Kita tunggu saja. Perburuan masih panjang.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar