Jadi, mau nggak mau, mereka harus super selektif. Setiap kemungkinan direkrut pasti dihitung matang-matang, nggak bisa asal gebuk.
Berbeda lagi ceritanya dengan PSM Makassar. Masalahnya lebih runyam. Juku Eja disebut-sebut masih terbelit sanksi FIFA yang membatasi transfer. Alhasil, meski punya keinginan, mereka belum bisa leluasa mendaftarkan pemain baru. Harus tunggu persoalan hukumnya selesai dulu.
Nah, kalau PSBS Biak, kondisinya lebih mendesak lagi. Mereka terperosok di zona degradasi dan jelas butuh suntikan pemain baru. Tapi nasibnya mirip PSM: terhambat sanksi larangan transfer dari FIFA. Bahkan, kabarnya PSBS harus menyelesaikan tiga kasus sekaligus sebelum bisa kembali beraktivitas di bursa pemain. Susah banget, deh.
Ini semua kontras banget dengan klub-klub lain yang sudah sibuk sejak hari pertama. Persebaya, Persijap, Semen Padang mereka sudah mengamankan beberapa wajah baru. Langkah cepat itu menunjukkan kesiapan dan ambisi mereka untuk bersaing lebih ketat di putaran kedua nanti.
Waktu masih ada sih, sampai 6 Februari 2026. Masih ada peluang untuk kejutan. Tapi faktor-faktor seperti duit, soliditas skuad, dan terutama sanksi FIFA, bakal jadi penentu utama. Akankah klub-klub yang masih diam ini bertahan dengan skuad lama, atau mereka menyiapkan kejutan di menit-menit terakhir? Kita tunggu saja. Perburuan masih panjang.
Artikel Terkait
Persipal Palu Dikabarkan Akan Dijual dan Berpotensi Pindah ke Jawa
Rumor Kepulangan Asnawi ke Liga 1: Persib dan Persija Berebut, Hubungan dengan Yuriska Jadi Faktor?
Rizki Juniansyah Resmi Kantongi Dua Sertifikat Rekor Dunia Angkat Besi dari Guinness
Ganda Putri Indonesia Lolos ke 16 Besar All England 2026 Tanpa Cedera