Pasar saham Indonesia hari ini benar-benar berdarah. IHSG dibuka dengan koreksi yang cukup dalam, terjun ke level 8.393,51. Angkanya? Turun tajam 6,53 persen di awal perdagangan Rabu (28/1/2026).
Suasana di lantai bursa tentu saja mencekam. Dari ratusan saham yang diperdagangkan, hanya 70 yang mampu bertahan di zona hijau. Sementara itu, 390 lainnya terperosok merah, dan hampir 500 saham stagnan, seolah enggan bergerak. Transaksi awal pun terpantau cukup cair, dengan nilai mencapai Rp1,9 triliun dan volume 2,9 miliar saham.
Yang mengkhawatirkan, pelemahan ini terjadi secara merata. Tak ada satu pun sektor yang selamat, semuanya tercatat merah. Sektor energi jadi yang paling terpukul, dengan penurunan hampir menyentuh 10 persen. Infrastruktur dan bahan baku juga ikut terpuruk, masing-masing melemah lebih dari 7 dan 6 persen.
Di sisi lain, sektor-sektor lain seperti keuangan, properti, dan industri tak kalah lesunya, terkoreksi antara 2 hingga 5 persen. Teknologi dan kesehatan pun tak bisa menghindar, ikut terseret arus penjualan yang masif.
Namun begitu, di tengah badai, selalu ada pelita kecil. Beberapa saham justru menunjukkan perlawanan. WAPO, KAQI, dan STAR berhasil mencatatkan diri sebagai top gainers, meski mungkin hanya naik tipis.
Sayangnya, sorotan lebih banyak tertuju pada mereka yang jatuh. RAJA, KIJA, dan IMPC tercatat sebagai saham-saham dengan penurunan terbesar, menjadi simbol betapa beratnya tekanan jual hari ini.
Pasar masih panjang. Mari kita lihat apakah IHSG bisa bangkit dari level ini, atau justru akan terperosok lebih dalam seiring berjalannya sesi.
Artikel Terkait
Penerima PKH dan Bantuan Sembako Akan Dilebur ke Koperasi Desa Merah Putih
Emas Anjlok ke Terendah Sebulan, Kekhawatiran Inflasi dan Ketegangan Iran-Timur Tengah Kembali Meningkat
UEA Resmi Keluar dari OPEC, Fokus pada Kepentingan Nasional
Wall Street Melemah, Kekhawatiran Kinerja OpenAI Tekan Saham Teknologi Jelang Rilis Laba Raksasa AS