Saham Teklologi Pacu S&P 500 ke Rekor Baru, Pasar Fokus ke Keputusan Fed

- Rabu, 28 Januari 2026 | 06:35 WIB
Saham Teklologi Pacu S&P 500 ke Rekor Baru, Pasar Fokus ke Keputusan Fed

Konsensus umum memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga acuan pada level saat ini. Para pembuat kebijakan diprediksi akan menimbang-nimbang beberapa hal: pelonggaran kondisi keuangan yang terjadi, tren inflasi yang terlihat stabil, dan pasar tenaga kerja yang mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan.

Data-data terkini juga mengukuhkan ekspektasi bahwa Fed tak akan buru-buru memberi sinyal pemotongan suku bunga. Tujuannya jelas: para pejabat ingin memastikan keyakinan bahwa inflasi benar-benar bergerak menuju target jangka panjang mereka, yaitu 2 persen.

Blerina Uruci, Kepala Ekonom AS di T. Rowe Price, memberikan pandangannya.

"Pertemuan FOMC Januari ini seharusnya berjalan mulus. Kami melihat konsensus mengarah pada 'kebijakan dovish': suku bunga dipertahankan, dengan komunikasi yang mencerminkan bahwa mereka tidak terburu-buru untuk memotong. Pernyataan mereka kemungkinan akan menekankan stabilitas kebijakan saat ini, sambil tetap waspada terhadap perkembangan ekonomi," jelas Uruci.

“Meski ada perbedaan pandangan di internal Fed antara kubu yang pro pelonggaran dan yang ingin lebih berhati-hati, kami mempertahankan pandangan bahwa suku bunga akan stabil di paruh pertama tahun ini. Potensi penurunan suku bunga baru mungkin terjadi di paruh kedua. Risiko terhadap pandangan kami adalah jika inflasi melambat lebih cepat, yang bisa memicu lebih banyak pemotongan suku bunga daripada yang diharga pasar saat ini,” tambahnya.

Selain soal timing pemotongan suku bunga yang kemungkinan baru terjadi menjelang akhir tahun investor juga bakal menyimak kabar tentang siapa calon gubernur Fed berikutnya. Masa jabatan Jerome Powell sebagai ketua akan berakhir pada bulan Mei mendatang, jadi isu suksesi ini mulai hangat diperbincangkan.


Halaman:

Komentar