Di sisi lain, pilihan teknologi mereka patut diperhitungkan. Penggunaan pita frekuensi 1,4 GHz untuk layanan FWA ini disebut-sebut akan menjadi yang pertama secara komersial di seluruh dunia. Sebuah inovasi yang berpotensi membuka ekosistem baru dalam pengembangan FWA global.
Lantas, apa keunggulan frekuensi 1,4 GHz? Karakternya disebut ideal untuk daerah padat penduduk. Sinyalnya punya penetrasi yang kuat ke dalam gedung, jangkauannya luas, dan koneksinya stabil. Dari sisi biaya dan efisiensi jaringan juga optimal. Makanya, teknologi ini dinilai cocok untuk menjangkau daerah-daerah yang infrastruktur kabelnya masih terbatas.
IRA-Internet Rakyat sendiri dirancang sebagai solusi yang inklusif. Implementasinya cepat, pembangunan infrastrukturnya efisien. Dengan status ‘siap operasi’ ini, layanan ini bukan cuma alternatif internet belaka. Ia bisa jadi pendorong penetrasi internet nasional, sekaligus penopang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan publik digital di masa depan.
(Rahmat Fiansyah)
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Purbaya Akui Turun 9 Kilogram Selama Menjabat
CBDK Catat Laba Bersih Rp1,36 Triliun, Melonjak 48% di 2025
BCA Bagikan Dividen Final Rp34,5 Triliun, Total 2025 Capai Rp41,4 Triliun
Wall Street Rebound Dihantui Data Campuran dan Ekspektasi Suku Bunga Tinggi