"Kolaborasi strategis dengan Larsen & Toubro Limited membuktikan kapabilitas WIKA Beton dalam menangani proyek infrastruktur kompleks dengan standar internasional,"
ujar Yushadi dalam keterangan resminya, Minggu (25/1/2026).
Kontribusi WIKA Beton di proyek ini juga punya dimensi lain. Sebagai bagian dari ekosistem Danantara dan BUMN, langkah mereka sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Intinya, mendukung transportasi publik rendah emisi dan menciptakan nilai yang berkelanjutan.
Sebagai anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, WIKA Beton memang bukan pemain baru. Mereka adalah produsen beton pracetak dan readymix terdepan di tanah air yang sudah mengintegrasikan prinsip ESG dalam operasionalnya. Dari upaya dekarbonisasi, efisiensi sumber daya, hingga tata kelola yang transparan.
Pencapaiannya pun nyata. Perusahaan ini tercatat sebagai produsen beton pertama di Indonesia yang berhasil meraih sertifikat Environmental Product Declaration (EPD) internasional. Potensi reduksi emisi karbonnya mengesankan, bisa mencapai 26,4% per produk.
Artikel Terkait
MR.D.I.Y Indonesia (MDIY) Catat Laba Bersih Rp1,1 Triliun dan Usul Dividen 40%
Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.893, Beban Bunga Utang Membengkak Capai Rp99,8 Triliun
IHSG Turun 0,37% ke 7.362,12 Didominasi Tekanan Jual
HAIS Bagikan Dividen Rp26,1 Miliar dari Laba 2025