Tekanan di hari Jumat banyak datang dari sektor semikonduktor, dengan Intel sebagai bintangnya tapi dalam artian yang buruk. Sahamnya ambruk 17 persen! Penyebabnya, proyeksi pendapatan dan laba mereka untuk kuartal mendatang jauh di bawah perkiraan pasar. Perusahaan mengeluhkan kesulitan memenuhi pesanan chip server untuk data center AI.
Kejadian ini seperti pengingat keras. Banyak saham teknologi dan semikonduktor masih dibanderol dengan harga mahal. Tahun 2026 ini bakal jadi momen pembuktian: apakah euforia AI dan belanja modal besar-besaran itu akhirnya terlihat nyata dalam laporan keuangan?
Julian McManus, manajer portofolio Global Alpha Equity di Janus Henderson, melihat laporan kinerja TSMC pekan lalu sebagai sinyal awal yang positif untuk perusahaan sejenis.
“Kita sekarang masuk fase ‘show-me’. Perusahaan harus tunjukkan bukti, bahwa pertumbuhan pendapatan mereka benar-benar ada, biar harga saham yang melambung itu bisa dibenarkan. Ini saatnya memisahkan mana yang benar-benar unggul, mana yang cuma ikut-ikutan. Dan menurut saya, Intel saat ini tidak termasuk dalam kelompok unggul,” ujar McManus.
Mata Tertuju ke "Magnificent Seven"
Fase pembuktian itu makin seru pekan depan. Beberapa raksasa teknologi dari kelompok "Magnificent Seven" seperti Apple, Tesla, dan Microsoft akan mengumumkan laporan keuangan mereka.
Di hari Jumat, sebagian besar saham big cap justru menguat. Microsoft, Meta, dan Amazon naik antara 1,7 hingga 3,3 persen. Nvidia naik 1,5 persen setelah ada kabar bahwa China memberi izin ke Alibaba dan Tencent untuk memesan chip AI H200 buatan mereka.
Di sektor lain, material jadi penyumbang kenaikan terbesar di S&P 500 dengan gain 0,9 persen. Sektor energi juga terus meroket, naik 0,6 persen dan cetak rekor tertinggi untuk hari ketiga berturut-turut. Sepanjang tahun 2026 ini, sektor energi sudah melesat 10,1 persen jauh mengungguli sektor lainnya.
Volume perdagangan hari Jumat terbilang padat, mencapai 17,34 miliar saham. Angka itu sedikit lebih tinggi dari rata-rata 20 hari terakhir yang berada di kisaran 17,07 miliar saham. Pasar memang masih ramai, tapi nuansanya sudah berubah: lebih berhati-hati, dan menunggu bukti.
Artikel Terkait
Tragedi di PLTU Sukabangun: Audit Ketat dan Janji Hukum untuk Akhiri Duka
Merdeka Gold Siapkan Langkah Langka ke Bursa Hong Kong
Gejolak Timur Tengah Pacu Minyak dan Nikel, Timah Melonjak 9,5%
Emas Mendekati Angka Ajaib, Perak Terbang di Atas Awan Euforia