Emas Antam Tembus Rp 2,88 Juta, Danantara Siapkan Rp 220 Triliun untuk Investasi Strategis

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:06 WIB
Emas Antam Tembus Rp 2,88 Juta, Danantara Siapkan Rp 220 Triliun untuk Investasi Strategis

Emas Antam Melonjak, Sentuh Rp 2,88 Juta per Gram

Harga emas batangan Antam kembali bergerak naik. Pada Jumat (23/1) kemarin, logam mulia itu tercatat melesat Rp 90.000, dari posisi sebelumnya Rp 2,79 juta menjadi Rp 2,88 juta per gram. Kenaikan ini otomatis menjadikannya salah satu berita yang paling banyak dibaca.

Tak cuma itu, gerak harga buyback atau harga jual kembali juga ikut terdongkrak. Angkanya naik Rp 80.000, sehingga berada di level Rp 2.715.000 per gram.

Perlu diingat, harga ini berlaku di Butik Emas Graha Dipta, Pulo Gadung. Kalau Anda beli di gerai lain, harganya bisa saja berbeda.

Di sisi lain, situasi berbeda justru terlihat di Galeri24. Harga jual emas di sana malah turun jadi Rp 2.833.000 per gram. Meski begitu, harga buyback-nya bertahan di angka Rp 2.657.000.

Soal aturan pajak, ada sedikit angin segar bagi pembeli. Berdasarkan PMK No. 48/2023, konsumen akhir sekarang dibebaskan dari PPh saat membeli emas batangan. Namun, kewajiban beralih ke pengusaha emas yang harus memungut PPh 22 sebesar 0,25% dari harga jual lebih rendah dari ketentuan lama yang 0,45%.

Gelontoran Dana Besar-besaran dari Danantara

Sementara berita panas lainnya datang dari Danantara. Perusahaan investasi plat merah ini punya target ambisius untuk tahun ini: menyalurkan modal hingga USD 14 miliar. Dan sumber dananya? Sebagian besar akan bersumber dari dividen perusahaan BUMN.

Chief Investment Officer Danantara, Pandu Patria Sjahrir, mengungkapkan hal itu dalam forum Reuters Global Markets di Davos, Jumat lalu.

“Tahun lalu kami sudah berkomitmen sekitar USD 8 miliar. Namun total dana yang harus kami salurkan tahun ini mencapai USD 14 miliar,” ujarnya.

Untuk mendukung rencana itu, mereka sudah menerbitkan obligasi. Rencananya, dalam satu atau dua bulan ke depan, akan ada penerbitan tahap kedua yang dijuluki 'Patriot Bonds'. Nilainya diperkirakan lebih kecil, sih, dan sangat tergantung pada respons investor nanti.

Lalu, kemana saja dana segitu besar akan dialirkan? Pandu menyebut sektor energi terbarukan dan transisi energi jadi prioritas utama dalam 1-2 tahun ke depan. Infrastruktur digital, layanan kesehatan, dan yang tak kalah penting adalah ketahanan pangan.

Soal pangan ini dia tekankan. Alasannya jelas: kebutuhan untuk memenuhi konsumsi populasi Indonesia yang diperkirakan mendekati 300 juta jiwa.

Dari sisi strategi penempatan, Danantara akan membagi modalnya. Sekitar separuh dari investasi tahun ini akan masuk ke pasar publik, terutama di dalam negeri. Mereka juga masih mengincar peluang di China, India, Jepang, Korea Selatan, dan Eropa.

Di balik semua rencana besar ini, Pandu punya misi mendasar. Fokus Danantara saat ini adalah membangun kredibilitas dan tata kelola yang solid. Tujuannya sederhana: mengurangi apa yang dia sebut sebagai defisit kepercayaan terhadap institusi-institusi besar di Indonesia.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar